Nama:sukari
Nim :1210201103
kls :ki-b/1
racun atau virus ternyata tak hanya menyerang tubuh kita saja.Hati kita dalam artian maknawi pun bisa juga kemasukan mahluk yang berbahaya ini,bedanya kalau racun dan virus yang menyerang tubuh segera kita rasakan pengaruhnya dan tentu kita segera waspada,misalnya dengan membuang sumber racun yang ada dengan cara mengobatinya.Namun bila hati kita yang kena racunnya kita sering tak sadar kalau telah keracunan.bahkan mungkin sebagian besar kita tak tahu apa itu racun atau virus hati.jelasnya,racun hati berbeda dengan racun yang menyerang tubuh.ia lebih gawat karena mengancam pada kelangsungan hidup pada dua kehidupan,yaitu kehidupan dunia dan akhiratRacun hati yang perlu diwaspadai diantaranya yaitu:
1.Terlampau banyak bicara
lidah kita sebenarnya bentuknya kecil ,namun iya punya daya rusak yang hebat bila tidak dipelihara syariat maka akan menimbulkan pertengkaran,permusuhan,perceraian,bahkan peperangan bisa berlangsung di akibatkan tidak terkendalinya kata-kata yang dimainkan oleh lidah.Dijaman realita membuktikan bagaimana kerusakan yang ditimbulkan dari aktivitas "terlampau banyak bicara"Fitnah,adu domba,menggunjing(Ghibah).tak heran apabila aktivitas ini pula yng terbanyak memasukan orang kedalam api neraka. seperti sabda nabi saw: yang artinya berbunya "Dua lubang yang terbanyak memasukan manusia kedalam neraka yaitu mulut dan kemaluan" (HR.sahihain).Kadang orang berucap tanpa ia pikirkan terlebih dahulu dan ia angap hal yang sangat sepele namun berakubat patal ia di neraka.Dan kini majlis-majlis seperti ini populer dan banyak diminati oleh masyarakat.Bagi seorang muslim hanya ada dua pilihan yaitu berkata dengan baik atau diam.peribahasa mengatakan: "luka karena senjata tajam masih bisa di obati tetapi luka karna perkataan hendak kemana obat yang dicari".
2.Terlau banyak makan
sederhana dalam hal makanan berkolerasi dengan kelembutan hati,kekuatan pemahaman,kelembutan jiwa,kelemahan hawa nafsu dan amarah. dalam hadis nabi saw dikatakan:"Tidaklah bani adam memenuhi suatu wadah yang lebih jelek daripada perutnya,cukup baginya menegakan tulang punggungnya,bila tidak maka hendaknya ia mengisi sepertiga untuk makan,sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk nafasnya".(HR.Ahmad).
berlebihan dalam makan mengundang sedemikian hal kejelekan,karena akan menggerakan badan untuk berbuat maksiat,memperberat ketaatan dalam beribadah dll.
3.Terlalu banyak bergaul
pergaulan yang tidak didassari dengan syariat islam maka akan menimbulkan kerusakan yang besar. contohnya kasus yang banyak terjadi pada masa sekarang,seseorang yang semula salihah,berubah total menjadi brutal atu penjahat yang luar biyasa rusak karena pergaulan yang tidak islami.
Senin, 25 Oktober 2010
teori pendidikan islam
nama : wahyu saripudin
nim :121020109
TEORI PENDIDIKAN ISLAM
DI ABAD KEDUA HIJRIAH
Setelah berakhirnya masa sahabat antara 90-100H. Telah tersusun upaya mereka dalam medan pendidikan ,bahwa telah jelas disetiap usaha para pelajar, mereka mengatasi yang menjadi pusat perhatian di masyarakat dan menolak perubahan duniawi/sekuler..dan mereka berupaya untuk menanamkan pemikiran umum bahwa menghadapkan terhadap ilmu lebih baik daripada memperebutkan terhadap kenikmatan dunia,dan memperebutkan kepemimpinan.seperti upaya mereka akan menanamkan didalamnya hikmah/hukum. Bahwa kepemimpinan yang sah tidak akan sempurna kcuali dengan ilmu. Apabila adanya raja menjadi hikmah bagi manusia ,sesungguhnya ulama menjadi hikmah bagi raja raja.dan sesungguhnya kedudukan orang arab di gantungkan dengan mencari ilmu. Apabila telah keluar diantara kalian dan menjadi pusat perhatian bagi yang lainnya,karena sesungguhnya ilmu memuliakan didunia dan memuliakan di akhirat.
Dan disela – sela aktivitas sekulerisme muncul faktor faktor yang menguatkan bagi perkembangan baru dalam pemahaman teori pendidikan islam dan perinciannya itu seperti dibawah ini:
Faktor perkembangan pemahaman teori pendidikan islam dalam selang waktu ini:
A.Muncul Sekolah – sekolah Fiqh dan Bahasa
Sekolah - sekolah yang pertama itu yaitu sekolah hadis dan fiqh di madinah al munawarah yang memimpinya Muhammad al baqir bin ali bin husain bin ali bin abi thalib (tahun 117) dan anaknya ja’far asodiq (taun 148)telah menyipatinya Abdullah bin ato penguasa baqir ini berkata(tidaklah aku melihat ulama dari salah satu yang lebih kecil diantara mereka diantar abi ja’far). Dan diantara murid sekolah ini yaitu supyan astauri dan Abdullah bin malik.
Dan muncul di mesir sekolah fiqh yang lain, pemimpinya dua dari fuqoha terkenal yaitu mursid bin Abdullah dan al lays bin saad (175 H.)dan di Iraq muncul sekolah abi hanifah (150 H.) yang terkenal dengan sekolah ra’yu dan ijtihad. Begitu juga muncul sekolah asyafi’I di iraq kemudian di mesir ,dan muncul malik di madinah dan awza’i di syam.
Dan disamping sekolah fiqh dan hadist nampak sekolah – sekolah bahasa yang terkenal diantaranya dua sekolah di basrah dan kuffah di iraq. Dan pemimpin sekolah basrah yaitu ‘isa bin umar astaqofani(149 H) murid yang terkenal yaitu abi aswad adula’i dan darinya mengambil holil bin ahmad al farahadi (`75 H.0 yang menjadi ahli dalam ilmu nahwu dan pemasti terhadap ilmu).
Diantara sahabat holil yang terkenal yaitu sibawaih yang menyipati kitab bahasanya ibnu nadim bahwa sanya (tidak ada yang mendahului sepertinya salah seorang sebelumnya dan tidak ada yang menyusul denganya orang sesudahnya)sibawaih datang lebih dulu ke Bagdad di ayyam arrasid yaitu anak tiga puluh dua tahun dan wafat sekitar 177h. digelari dalam usia 40 thn.dan dari pengajar terkenal di basrah yaitu yunnus bin habib (183h)beliau mengajar di basrah menjadi imamnya para pencari ilmu,ahli adab,fusoha arab,dan utusan pertama.dan yang seperti dengannya asma’i wafat tahun 213 H. dan telah mennganti sepuluh kitab dan mengeluarkan beberapa dari ahli bahasa.adapun sekolah kuffah yang terkenal diantarnya al kasa’I yang wafat thn 197 H. dan beliau lebih dulu kebagdad dan mempelajari aminul ma’mun.dan arrasyid banyak yang memuliakanyabegitu juga muncul dari sekolah ini yahya bin ziyad al fara’I (meninggal thn 207H.) dan tekun dalam belajar selama 16 tahun kemudian beliau diam dimesjid dan diperintahkan menjadi qori dengan membaca al qur an al karim kemudian penafsir pengi’rab dan perinci dalam pembahasan bahasa yang rinciannya membingungkan pd zamannya.
B.Muncul Firqah Islam
Firqah islam muncul pada abad kedua hijriah,jelas diantaranya melalui pemikiranya dan aqidah nya.kemudian disamping orang yang kami ceritakan dari lama suni, terkenal dari syiah ismail bin ali anaubahti seorang alim,teolog.teolog dan ulama menghadiri majlisnya. Dan telah mengarang kitab tak terhinga diantaranya kitab naqdi risalati syafi’I,kitab ibtolul qiyas.begitu juga muncul ulama jabariah seperti husain bimn Muhammad bin Abdullah annajar,bersamanya sistem mu’tajilah kaidah - kaidah dan pemikirannya dan beberapa dari kitab irja.
Dan di abad ini jelas madhab mu’tajilah yang keturunannya sampai ke wasil bin ato yang meninggal tahun 131 H.
Dan terciptanya firqah ini menjadi warna dari aktivias pemikiran yang menjadi jejak dalam pemahaman pendidikan,metodologinya,dan cara – caranya.
C.Interaksi Bersama dengan kebudayaan Negara terbuka :
Aktivitas penterjemahan dalam pebedaan ruang linkup ilmu yang memiliki kecintaan yang sangat dalam kemunculan terhadap apa yang di tinggalkan oleh imam yang lain dari pengetahuan dan ilmu. Seperti banyak yang masuk dalam islam selain orang arab mereka yang pertama membuka atas kebudayaannya. Maka dengan begitu semua peninggalan yang besar dalam pemikiran penddikan dan teori pendidikan pada waktu itu.
D.Pihak – Pihak yang Membutuhkan keterbukaan, maka adanya setiap usaha memiliki kebutuhan yang tersusun atas pendidikan islam dan pengarahhannya dan penentanganya terhadap jawabannya.
MANIFESTASI PERKEMBANGAN PEMAHAMAN TEORI PENDIDIkAN DI ABAD KEDUA HIJRIAH:
A.Konsep pengajaran dan Metodologi:
Konsep pengajaran disesuaikan dengan kondisi zaman dan segala keadaan hal ihwal masyarakat pada waktu itu. Dan yang terkenal seperti ini pemikiran imam – imam yang berdasar pd madhab sunnah.
Abu hanifah telah menghendaki terhadap system kurikulum yang menjadikan pelajar nya memperhatikan zamannya pemikiranya dan kebudayaannya, dan mempersenjatainya denngan apa yang di jawab olehnya yang membatasi pengarahannya.oleh sebab itu yang berpaling dari yang membutuhkan terhadap apa yang dibicarakan di sekolahnya.mereka yang mengatakan( bahwa para sahabat nabi allah a.s tidak akan masuk dalam perkara ini)maka ingatlah sesungguhnya watak kehidupan dan keadaan perkembangan yang menjadikan pemisah penjelas antara zaman sahabat dan zaman abi hanifah.karena tidak adanya kesulitan yang datang kepada masyarakat abi hanifah yang ada di zaman sahabat.dan karena itu tidak membutuhkan pembahasan dari uraiannya.dan berkehendak menetapkan pemahaman mereka yang berhenti dari zaman mereka,di zaman selain zaman mereka.maknanya tidak adanya persiapan pelajar karena menghadapi sulitnya zamann dan seperti yang mengatakan terhadap itu(seperti laki – laki di laut yang besar yang banyak air hamper tenggelam dari kebodoha mengarunginya. Maka berkata kepedanya yang olain: tetaplah kamu di tempatmu dan jangan mencoba mengarunginya.
Abu hanifah tidak berhenti hanya dalam penetapan teori tetapi berusaha terhadap penjernihan pemahamannya dalam diri pelajar. Mereka yang memalingkan terhadap tempat berhentinya diri. Kemudian berkehendak menjawabnya dari pertanyaan mereka.
(tidakkah kamu membolehkan apa yang dibolehkan sahabat- sahabat nabi saw.?maka ucapkanlah:tentu,membolehkan padaku apa yang di bolehkan kepada mereka kalau aku di rumah mereka dan tidak dengan kehadiranku sepeerti dengan hadirnya mereka. Barang siapa yang tidak menghadapi terhadap kompleksnya zaman dengan sangkaan bahwa dengan mengasingkannya akan selamat darinya.yang tidak kuasa menahan hati dari sisa nya.yang terbaik menghadapinya dan meninggalkan didalamnya pengganti.meninggalkannya dan jangan ditinggalkannya)
Abu hanifah telah menetapkannya bahwa pandangan pelajar terhadap keadaan zamannya dan mengetahui salah dari benar nya perkara yang penting karena sebab – sebab, yang pertamanya membersihkan dari kebodohan yang kedua sekiranya menghilangkan kesamaran dari sesuatu yang hilang oleh yang lainya tidak akan bisa membersihkan darinya.ketiga harus bisa mengetahui salah dan benar,dan dari mereka ahli salah atau ahli kebenaran,keempat bahwa meringkas terhadap belajar apa yang dkehendaki pelajar dan pengajar sesungguhnya haq atau kebenaran menjadikan ilmu samar dengan kebodohan.maka haq tidak akan diketahuikecuali dengan mengetahhui kebatilan dankebenaran tidak akan sampai kepadanya kecuali dengan meberhentikan kesalahn.(bertanya pelajar rahimmakumulah: tahukah anda bahwa seorang laki – laki yang mempunyai sipat adil dan tidak mengetahui kelacutan,apa yang membedakannya dan tidak adlkah?apakah Dikatakan sesungguhnya dia mengetahui benar atau dia dari ahlinya? Mualim berkata: apabila dia disipati adil dan tidak mengetahui kelacutan yang membedakannya sesungguhnya dari orang yang bodoh/tidak mengetahui lacut dan adil.. ketahuilah saudaraku bahwa asnap yang paling bodoh aku berharap kpd mereka kedudukan di sampingku bagi mereka. Karena perumpamaan mereka seperti empat orang yang datang dengan mengunakan baju putih kemudian mereka ditanya semuanya tentang baju itu,salah satu dari mereka menjawab ini baju merah,dan yang lain menjawab ini baju warna kuning,yang ketiga menjawab ini baju warna hitam,an yang keempaat menjawab ini baju warna putih dan dikaatakan kepadaanya apa yang kamu katakanan dalam mereka bertiga benarkah atau salah? Kemudian menjawabnya ; adapun aku telah mengetahui bahwa baju berwarna putih dan berharap mereka telah benar.
Dan terhdap pemahan ini murid abi hanifah Muhammad bin hsan asyaibani berpendapat menyandarkan kepda sumber pengetahuan dan dasar metodologi,yang menjadi sumber keempat yaitu qiyas yang dengannya dmemudahkan kekomplekan zaman dan mengetahui terhdap kondisinya. Dan menyandarkan metodologi sesudahnya yang baru yaitu bahwa ilmu harus memiliki hubungan dengan kehidupan karena sesungguhnnya syariat dating untuk mengatur hidup bukan untuk memisahkannya.dan dalam satu hal dikatakn kepadnya tidakkah anda mengarang kitab hanya dalam hal zuhud? Berkata saya mengarang kitab tentang perdagangan.
Adapun assyafi’I mengikatkan objek metodologi dengan tingkah laku dan kesengajaan yang di tentukan.baik berhenti terhadapnya dan berhadapan dengan hakikatnya.(barang siapa yang mempeljari qur anul karim di agungkan/di kuatkan agamanya,dan siap yang mempelajari fiqh di pandaikan kemampuannya dan siap yang menuliskan hadis dikuatkan hajatnya dan siapa yang mempelajari bahasa dihaluskan wataknya dan siapa yang mempelajari perhitungan dibesarkan pemikirannya.
Dan ima syafi’I tidak meringkasnya meliputi metodologi terhdap ilmu – ilmu syara’ dan bahasa dan perhitungan.dan pastinya menyandarkan kepadanya objek alamiah yang memiliki keterkaitan dengan adanya madi bagi individu dan golongan. Kemudian negara yang tidak meghimpun dokter yang memberitahukan urusan jasad kepada pihak yang tahu yang akan memberitakan urusan agama yang tidak layak dengan pendirian di dlamnya,dan akan mengeluh terhadap apa yang ditinggalkan orang islam dari ilmu kedokteran,dan beliau berkata;akan hilang 3 ilmu dan akan menguasainya yahudi dan nasroni. Begitu jufa mngaitkan antara ilmu syariat dengan ilmu thobiiah ketika mengambil terhadap kesaksiannya dari hubungan manusia dalam medan pengetahuan dan natijah.dari adnya yang dirasakan tidak baik terhadap adanya nyamul yang menunjukan baru ada dan apa yang berjalandidalamnya dari aktivitas.supaya tetap dari sela – sela itu apa yang di ketahuinya dari ilmu aqidah dan dan usuli.kemudian ditanya ; apa daliol yang menunjukan adanya maha pembuat? Kemudian menjawabnya (daun fursod ada rasnya dan adawarnanya dacn ad baunya ada bentuknya satu menurut kamu? Mereka menjawab, iya ,berkata kemudian memakannya ulat sutra kemudian keluar darinya sutra.dan lebah keluar darinya madu,dan dai kambing kemudian keluar darinya kotoran kambing.dan memakan nya dzoba kemudian keluar dalam mulutnya minyak misik. Dzat yang menjadikan semua ini begitu juga bahwa yang menciptakan itu satu.).
Dan beliau menyandarkan kepada metodologi praktek seperti menunggang kuda dan memanah.diharapkan murid mengkaji buku yang berjudu9kitabu sibqi wa romyi)dan mereka memulluai sesungguhnya bagi kebudayaaaan syafii dan pendidikannya menjadi jejak disitu.
Telah ada yang luas pengetahuan dengan ulumul quran al karim,hukum – hukum,ilmu astronomi,ilmu kedokteran,sastra,bahasa,nisbat,ilmu hadist,sejarah dan yang baru.dan pandai nunggamg kuda sehingga sempurna di atas kuda.dan dalam pengajaranya terhadap ilmu – ilmu ini memperhitungkan program harian yang ditentukan.
Adapun malikbin anas telah mengaitkn antara kebutuhan masyarakat/mahasiswa dan antara kurikulum.ketika menyeru kepada penjagaan peletakan di setiap Negara sehingga dlam urusan fiqih.ketika abu ja’far al mansuri berisarah kepadanya bepegang pada kitabnya al muatto dalam setiap kota islam harus memerintahkan melaksanakan dengannya tidak selainya.malik membantah terhadap pernyataan ini dan katanya dengan darurat tiap Negara meninggalkannya dan tidak memilih bagi dirinya dari perawi fiqh yang lain.
Kami memandang pada abd kedua sebagian orang – orang [aham yang menjadikan kurikulum di kokohkan terhadap peninggalan terdahulu saja. Dari sebagian itu apa yang di nisbatkan oleh hkotibbagdad dan ibnu abdil barri kepada imam auza’i. dan menafikan tehadap pengertian ini dari au za’I tentang kebebasan/kemerdekaaan yang luas dalam bermadhab. Seperti menafikannya apa yang dijelaskan oleh ibnu abdil bari kepadanya bahwa auza’I berwasiat kepada para pelajar (pelajarilah apa yang tidak diambil dengannya seperti mempelajari sesuatu yang di ambil darinya) dansesungguhnya pengetahuan seluruhnya di peruntukan bagi ilmu dan jangan merasa cukup atau lebih. Dan yang kami pandang bahwa penjelasan auza’iterhadap peninggalan terdahulu meliput penjagaan terhadap konsep –konsep pemikiran. Dan pemikiran yang masuk membingkai perkembangan islam di masyarakatyang dipenuhi dengan pemikiran yang keluar dari bingkai ini.
B.Pembelajaran
Tidak ada perbedaan pemahaman pembelajaran di abad kedua dengan abad pertama,yaitu bahwa yang membesarkan perjalanan pendidikan di abad kedua adnya murid murid pada perjalanan abad pertama dan bersam itu sebagian pemaham mendalami dan memusatkanya.dari pemusatan itu terhadap persiapan.seperti yang dilakukan imam bukhori ketika menyeru kepada penyamaan akal/kemampuan bagi para pelajar.dan tidak boleh mendahului kepadanya apa yang di ringkas dari pemahamannya dan penemuanya. Dan seperti yang dilakukan syafi’I ketka menyeru kepada pengenalan persamaan akal bagi pelajar,dan kemampuan naiknya tingkat pemahaman.kemudia pengajarnya,dan sabar dengan ketentuan yang dinisbatkan dalam persamaan ini.
Dan sebagian pokok yang meliputi kepadannya pemahaman pembelajaran secara berangsur – angsur dalamdalam belajar.contohnya pa yang disarankan abu hanifah
Ketika berkata(belajarlah setiap hari tiga permasalahan dan jangan menambahnya sehingga terbias bagimu dari ilmu maka belajarlah)
Dan dari sebagianya tidak memisahkan antara dasar teori dengan praktek,dan menjaga keseimbangan antara keduanya.seperti supyan asauri telah menetapkanya.
Diantaranya telah menetapkanya abu hanifah dan asyafi’I kira kira mewajibkan selesai dan menghilangkan keterkaitan dan tidak insigol”katungkul”(dengan berpaling dari urusan dunia kecualisesuatu yang benar penyampainnya.harus menyelesaikan terhadap ilmu denan sempurna.
Ja’far asidik telah menyandarkan kepada pokok ini keharusan tetapnya murid kepada gurunya karena sesungguhnya itu menjadikan berakhlaq dan teliti apbila gurunya dari ahli ilmu.
Dan yang terakhir pokok ini di syaratkan terus berlanjut/kontinu belajar.dan dari beberapa kebaikan menetap dalam belajar apa yang dikatakan supyan ayyinah ketika ditanya;dari pentingnya maniusia mencario ilmu?berkata;aku memberi tahu mereka karena sesungguhnya kesalahn darinya sangat jelek. Dan begitu juga Abdullah bin mubarok ketika ditanya; sampai kapan kamu mencari ilmu? Menjawabnya: sampai mati kalau allah menghendaki.mudah – mudahan ucapan yang memberi kemanfaatan bagikutidak akan menulisnya sesudah itu.dan ketika abu yusuf memutuskan untuk menghadirimajelis abi hanifah dan mengambil darinya tempat yang terpisah abu hanfah mennuliskan kepadanya dengan perkataan yang bagus dari jawabannya.kemudian mengaitkan terhadap pernyataanya : barang siapa yang mengira bahwa merasa cukup dari belajar maka… bagi dirinya.
Dan kholil bin ahmad telah menyaratkan pengajar harus menghaisi dengan empat sipat: yang pertama harus ada pelajar memeriksa terhadap ilmu kepda orang yang lebih tau darinya. Kedua pengajar harus menguasai sesuatu baginya.yang ketiga harus mudzakaroh dengan orang sesamanya supaya mereka mengukirnya dan mengingatkannya.dan keempat harus rendah hati memegang tali dirinya ketika bertemudengan orang melihatnya lebih luhur darinya.
C.Menetapkan pengajaran
Pengajar berkumpul di wktu itu atas keharusan mengembangkan ilmu diantara semua masing – masing umat.apabila mengibaratakn kebodohan musuh yang berat. Mengajar manusia lebih utama dari ibadah. Asyafi’I telah mewajibkan kepada hakim apabila kumpul warga desa meninggalkan mencari ilmu…harus memaksa mereka untuk mencarinya. Malik menetapkan bahwa ilmu apabila di cegah dari umum tidak akan bermanfaat dengannya yang husus. Ibnu haj telah menjelaskan ucapan ini meliputi salah satu makna yang tiga dintanya yang pertama sesungguhnya mereka tidak menyetujui untuk mengerjaknnya.kedua sesungguhnya ganjaran ilmu banyak dengan mengembangkannya. Dan yang ketiga haram faidah faidah tertentu karena istitsar mereka dengan ilmu mengakibatkan takabur,ceroboh maka mereka mengharamkan paham dalam hal ini.
D.Teknik – teknik
bisa membagi teknik – teknik yang di ketahui di abad kedua terbagimenjadi dua bagian: sebagian yang baru menghendaki mengembangkan muhadatsah.dan sebagian, turunan dari abad sebelumnya dan mengenainya sebagian aktivitas.
Adapun dari bagian pertama.diantaranya
A.Teknik dikte
Diketahui teknik dikte pada awl abad kedua hijriah imam syafi’I telah menjelaskan bahwa yang mengetahui penulisan yang dipelajari dalam al qur an al karim mendiktekannya kepada anak dan mereka menulisnya.begitu juga melakukan teknik dikte dalam bahasa yang terkenal abu ali al qoli yang mengumpulkan pendikteanya dalam kitab al amli dan menjelaskan pembelajaran denagan metode ini.
Dan tekadang muncul teknik dikte terhadap beberapa contoh berikut : pengajar membuka majlisnya dengan basmalah,hamdalah,dan solawat atas nabi saw. Kemudian memulai diktenya dengan menjaga kesamaan aqal para pendengar,dan ketika mengatakan sesuatu yang yang berkaitnan kepadanya menyatakan akan pendirianya. Dan diantara sesuatu yang didalamnya terdapat makna yang halus yang sulit memahaminya selain para ulama. Apabila sapai di akhir mengakhiri majelisnya dengan cerita dan nawadir,nasyid – nasyid dan syair. Kemudfian tekah selesai dengan istigfar dan hamdallah.
dan pendikte memerintahkan kepada siswa sioswanya mengukangi bacaan yang telah mendiktekanya kepada mereka kemudian apabila ada kesalahan dalam pemindahannya di perbaikkn7ya.
Kemudfian berkenbang metode dikte.pendikte mengambil seseorang menyampaikan darinya apa yang dikatakannya. Supaya ketemu kepada orang sesudahnya di tempat belajar. Dan diketahui seseorang ini dengan nama (mustamli)dan mereka talah menyandarkan dalam hal itu dengan apa yang rasulallah lakukan. Di haji wada ketika hutbah di mina.dan ali bin abi talib mengibaratkan darinya. Dan manusia berdiri dan duduk. Dan terkadang para ulama membahas dalam metode dikte kemudian mereka membatasinya dengan wado dan sarat- sarat.sebagian itu mustamli harus mengeraskan suara,supaya mudah di paham..cepat menemukan dan pintar.(memasihkan lisan bagi para hadirin.dan menjelaskan dengan jelas mengibaratkan yang baik)dan adnya muliman dengan ilmu yang meliputinya dan baginya sebagian berita didalamnya. Supaya bisa menjauhi lupa dan salah.
Dan apabila luas majlisnya banyak orang yang melakukannya,sekira sebagian mereka menyampaikan nya kepada sebagian dari apa yang dikatakan pendikte.dan telah bertemu beberapa mustamil di sebagian tempat tempat sampai tujuh kali.dan di sebagiannya dua puluh mustamli.
Dan mereka menentukan bagi peljar tatakrama di majlis imla’. Diantaranya; harus menghiasi dengan akhlak islami,harus pagi pagi hadir,harus melebarkan lengan bajunya,supaya diletakan didalamnya buku dan semacamnya.dan harus menulis dengan mangsi hitam karena sesungguhnya warna hitam adalah warna celupan dan dan pulpen menetapkannya(yaitu alat yang memiliki ilmu dan kebisaan ahli pengetahuan dan pemahaman)dan mereka menyaratkan bagus tulisan,dan mereka menentukan penulsan , kepandain lebih mendekatkan kepada teknik – teknik pembahasan di hari ini.kemudian mereka menyaratkan saling percaya dan menyebutkan nam mumli,sejarah imla,nama mustamli,dan membersamakan pelajar atas apa yang mereka tulis beserta sebagiannya dengan menuntut tadqiq dan penelasan.
Dan mengaitkan dengan metode dikte kebiasaan kemahiran berpikir dan praktek.yang pertamanya kepandain memahami. Dan imam syafi’I telah mengibaratkan barang siapa yang mepelajari ilmu dan tidak memahaminya (seperti pengumpul kayu malam yang membawa seikat kayu dan didalamnya ada ular besar yang akan menggigitnya dan dia tidcaktahu.) itu sesungguhnya tidak mampu memisahkan ilmu yang bermanfaat dari ilmu yang madarat.dan memisahkan benar dari kesalahan.dan berjalan dari kaidah ini.dan supyan asauri menetapkannya kepada setiap orang..dan yahya bin aksam bahwa memahami hadis lebih baik dari mendengarkannya dan dan bermuafakat ahmad bin faro kepada mereka berdua dalam hal itu,dengan menta’lil pemikiranya ini dengan kondisi zaman. Berkehendak menolong dengan paham sebelum taslim dengan hadis atau ilmu. Bahwa zaman nabi sawada zaman irsadusama dan taujihul wahyu yang tidak akan salah.dan karena itu tidak jarang bersegera manusia percaya dengan yang diperintahkan. Adapun dizamannya,abad kedua maka perlu bagi mu’min harus menjelaskan apa yang didengar dan dibaca. Dan jangan lebih dulu meyakininya atau mengamalkanya kecuali sesudah memahaminya dan membersihkan dari kesalahnnya.
Dan terkadang meyakini tasydid ini atas pemahaman untuk membahas dalam perubahn hari dengan kemahiran berprilaku. Dan dari sebagian orang yang membahas dlam hal itu Abdullah bin mubarok yang meninggal tahun (175 h)telah menentukan cara – cara perilaku dengan ucapanya (permulaan ilmu adalah niat,kemudian mendengarkan,kemudian memahami,kemudian menghapal,kemudian mempraktekan kemudian mengembangkan).
Dan menyamakanya dalam karangan ini al fudail bin iyad yang meningga tahun 180 H.dan supyan asauri kecuali sesungguhnya mereka berdua memulainya (dengan memperhatikan,kemudian mendengarkan…)sqampai akhir pendapat yang disebutkan.
Dan ibnu zuruk telah mengumpulkan perbedaan karangan – karngan dalam kaidah yang umum ini isnya(pada tiap – tiap sesuatu ada wajah. Kemudian yang mencari ilmu dalm memulainya.saratnya mendenngarkan dan menerima,kemudian mengerti dan memahami.kemudian ta’lil dan mencari dalil,kemudian mengamalkan dan mengembangkannya. Kapan mendahulukan urutan dari kedudukannya terhalang sampai kepada hakikat ilmu dari wajahnya.kemudian orang yang tau tanpa hasil sia sia,dan orang yang hasil tanpa memahami tidak ada pelajaran denganya. Mengerti/tasowwur tidak menjaga kepadamya paham tidak ada faidah selainnya.dan ilmu membukanya dari kebutuhan tidak akn melapamgkan dada.dan sesuatu yang tidak keluar maka dia mandul.dan melihat hidupnyha tetapi di syaratkan insaf/adil dan rendah hati/t6awado,yaitu menerima kebenaran untuk akhlaq.dan memperbanyak menyendiri,kemudian meringkasnya dan jangan menolongn.dan carilah jangan berhenti dan dengan pertolongan allah
Dan ketika kami menghubungkan karangan ini dengan karangan bloom yang mengibaratkannya dari sebagian kaarangannya,dan yang membagi perangai kepada: mengetahu,memahami,mepraktekan,tahlil,mengarang,menetapkan,menjelaskan kepada kami sampai sejauh manahubungan pembahasan dalam perangai akal bagi pelajar dalam selang waktu yang terdahulu itu.
Dan dari sebagian kepandain yang luhur pertolongannya yaitu kemahiran mendengarkan kemudian berkata(jangan menghendaki kamu terhadap salah satu jawabansehingga kamu memahami ucapannya.maka sesungguhnya itu merubah kamu dari jawaban ucapannya kepad lainnya dan akan kuat kebodoan terhadap dirimu. Dan tetapi memahami darinya kemmudian apabila kamu memahaminya maka kamu menjawabnya. Dan jangan cepat – cepat menjawab sebelum memahami, dan jangan malu kamu akan meminta paham apbila kamu tidak paham,maka sesungguhnya menjawab sebelum paham itu bodoh.dan apabila kamu tidak tahu maka bertannyalah maka menjelaskan kepadamu, dan meminta paham lebih bagus bagimu dan kebaikan diam bagi yang lemah).
Dan telah sampai pentingnya mereka dengan kemahiran mendengarkan secara had,mereka menjadikan nadom syair didalamnya..dan telah mendatangkan ibnu abdil bari dengan nadzom yang panjang yang yang munasbah sampai lu’lu’ menisbatkannya sampai ma’mun.kamimencukupi darinya seperti ini:
Dan dzohir masalah di antara manusia
Diketahui dalam ilmu atau yang di lakukan
Janganlah kamu menjawab lebih dulu
Sehingga kamu mengetahui isi pembicaraan orang lain
berapa banyak yang kamu lihat dari penderitaan yang mendahului
dari tidak memahami kesalahn pembicara
menanamkan dengannya di majelis – majelis
dari yang memiliki ilmu
ucapannya dua pembicara ucapan berkaitan
dan akhir pendengaranmu bodohnya
pada tiap – tiap ucapan terdapat jawaban
terkumpul salah dan benar
dan bagi ucapan ada awal dan akhir
memahaminya dan tdk memhamidarimu oarng yang hadir
jangan menolak kamu akan pendapat dan jangan mengulanginya
sehingga mendatangkan padamu terhadap sesudahnya
2.Munadzoroh /Diskusi
Assubqi telah menjelaskan bahwa pertama kali orang yang melakkukan teknik diskusi dan mencari asalnya yaitu ahmad bin umar bin sarij salah satu sahabat syafi’I yang terkenal dan ahli mereka lebih dalam ilmu kalam.dan yang menerapkan sulit menisbatkan jelasnya teknik diskusi kepada orang – orang trtentu atau pada selang waktu tertentu.yaitu teknik menjelaskan untuk kejelasan pengajar berbeda penjelasan keyakinannya.dan assubki menjelaskan pda dirinya bahwa teknik diskusi kebiasaan pengajar yang membiasaknnya ulama besar di zaman syafi’idan sesungguhnya syafi’I berdiskusi dengan abu abid qosim bin salam. Mendatangkandua ilat berjalan antara syafi’I dan antara ishaq bin rohwiah.dan jelas di antara keduanya menggunakan pemikiran dan menggunakan qiyas dan istinbat.seperti jelas dari ereka kira kira dua untuk kepentingan tafaul antara ulama dan para pelajar.dan terkadang sahabat – sahabat syafi’I membuang perumpaan mereka seperti selain mereka dalam pengembangan metode manadzirah kemudian mereka mengarang dalam kowa’idnya dan syarat syaratnyaemudian dari itu dalam karangan yang tentu supaya berhenti orang yang menghendaki metode ini terhadap perinciannya dan kaifiah pengunaanya.
3.Teknik Membaca
Dan dalam metode ini pelajar harus membaca apa yang dikehendakinya harus mempelajarinya dan pengajar akan meluruskan dengan penjelasan dan penafsiran.dan dan mereka memulai bahwasanya muncul di abad kedua.ketika safii menjelaskan sesungguhnya beliau menghapal kitab muato sebelum bertemu dengan mallik bin anas kemudian menjelaskan dan membacanya.dan begitu juga mengerjakannya bersama murid- muridnya.mereka membacakan kepadanya syair kemudian menjelaskannya. Yang serupa dengan teknik imla’ disebagian isinya dan tetapi meringkasnya karena sesesungguhnya membatasi berpikir yang mengumpulkan ucapan – ucapan yang ditetep[kan.
Adapun bagian kedua yaitu teknik teknik turun dari abad pertama dan tetapi mengenainya sebagian perkembangan teknik – teknik ini.
4.Arrihlah
Dan mengkaji pada teknik ini ahli hadis,yang menyaratkan pelajar harus berjalan kepada pengajar dan mengambil ilmu darinya.denagn bercakap cakap.
Dan di abad kedua datang pada teknik ini aktivitas yang lain atas ahli lugot. Yang mengatakan dengan rihlah paa permulaan supaya pelajar terbiasa dengan lisan arab yang mempertemukan antara golongan.dan lebih dulu orang mengetahui dari orang yang pergi kebadiyah yunus bin habib assobiyi yang meninggal tahun 183 h.dan holil bin ahmad (180 h). begitu juga syafi’I memasuki badiah untuk belajar bahasa dan hidup bersama qobilah hudael yang fasih berbahasa arab . berpindah beserta mereka dan turun bersama turunnya mereka.
5.Al as’alah
Metode ini dimulai dari abad pertama dan mendapat derajat dari ketetapan yang menjadikan mereka bertanya karena sesungguhnya itu sebagian dari ilmu.dan telah terssebar di abad kedua dan berwasiat para ulama untuk melakukannya. Sehingga asma’I menerangkan sampainya martabat yang menyampaikan kepadanya supaya berani bertanya dan melakukannnya dalam pengajarannya dan kajiannya .
Dan sebagian orang yang melapangkan dalam menggunakan metode ini yaitu abu hanifah dan mendahului pada kami kitabnya yang telah tadidi sebutkan –al alim dan muta’alim- yang jelas. Karena sesungguhnya semua yang meliputio kitab iniyaitu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh murid – murid abu hanifah yaitu pertanyaan memiliki kesamaan dengan pemikiran zaman abi hanifah dan kesulitannya.
6.assima’/ mendengarkan
Dan aktivitas yang membuka metode ini yang mencontohkan dengan menyandarkan syarat – syarat yang baru yang berbeda dengan perbedaan objeknya. Dalam hadis di syaratkan tidak mendengar kecuali sesudah usia balig dan disyaratkan isnadnya sehingga tidak berbicara orang yang menghendaki apa yang di kehendakinya.
Adapun dalam bahasa mereka telah menjadikan cara: diantaranya mendengarkan dari ucapan syaikh atau a’robi.dan menndengarkan bacaan lainnya.dan berkata di bacakan pada seseorang dan saya mendengarkan.
E.Tatakrama pengajar dan pelajar
Tidak ada perbedaan tatakrama pengajar dan pelajar dari sesuatu yang ulama abad kedua menyaratkannya dengan sesuatu yang tetap sunah – sunah nabi dan akhlaq islam,dan itu jelas dari tulisannya bukhori, dan ibnu abdil bari dan hkotib bagdad dan yang lainnya. Tanpa memandang sebagian etika yang sesuai dengan kondisi zaman. Dan syafi’I telah menguatkan akan keharusan dan menetapkan bahwa pengajar harus membahas eletakan itipaq dan tidak membenci apabila nampak haq selain darinya.begitu juga mereka menguatkan akan sesuatu namanya(al insyof fil ilmi)
Dan meeka menjadikan syarat untuk paham. Barang siapa yang tidak insof tidak paham dan tidak akn memahami.
Begitu juga ta tak rama pelajar tidak keluar dari apa yang ditetapkan ulama abad pertama, kecuali sesungguhnnya syafi’i memusatkan selesai dan tidak terfokkus dengan dunnia atau kepentingan pengumpulannya atau ingin memandang kepada keagungan dan kepemimpinan. Seperti mengharuskan akan rendah hatinya pelajar dan memuliakan pengajar supaya mendmemperdayakannya pelajar mengeluarkan yang terbaik darinya.
selesai
nim :121020109
TEORI PENDIDIKAN ISLAM
DI ABAD KEDUA HIJRIAH
Setelah berakhirnya masa sahabat antara 90-100H. Telah tersusun upaya mereka dalam medan pendidikan ,bahwa telah jelas disetiap usaha para pelajar, mereka mengatasi yang menjadi pusat perhatian di masyarakat dan menolak perubahan duniawi/sekuler..dan mereka berupaya untuk menanamkan pemikiran umum bahwa menghadapkan terhadap ilmu lebih baik daripada memperebutkan terhadap kenikmatan dunia,dan memperebutkan kepemimpinan.seperti upaya mereka akan menanamkan didalamnya hikmah/hukum. Bahwa kepemimpinan yang sah tidak akan sempurna kcuali dengan ilmu. Apabila adanya raja menjadi hikmah bagi manusia ,sesungguhnya ulama menjadi hikmah bagi raja raja.dan sesungguhnya kedudukan orang arab di gantungkan dengan mencari ilmu. Apabila telah keluar diantara kalian dan menjadi pusat perhatian bagi yang lainnya,karena sesungguhnya ilmu memuliakan didunia dan memuliakan di akhirat.
Dan disela – sela aktivitas sekulerisme muncul faktor faktor yang menguatkan bagi perkembangan baru dalam pemahaman teori pendidikan islam dan perinciannya itu seperti dibawah ini:
Faktor perkembangan pemahaman teori pendidikan islam dalam selang waktu ini:
A.Muncul Sekolah – sekolah Fiqh dan Bahasa
Sekolah - sekolah yang pertama itu yaitu sekolah hadis dan fiqh di madinah al munawarah yang memimpinya Muhammad al baqir bin ali bin husain bin ali bin abi thalib (tahun 117) dan anaknya ja’far asodiq (taun 148)telah menyipatinya Abdullah bin ato penguasa baqir ini berkata(tidaklah aku melihat ulama dari salah satu yang lebih kecil diantara mereka diantar abi ja’far). Dan diantara murid sekolah ini yaitu supyan astauri dan Abdullah bin malik.
Dan muncul di mesir sekolah fiqh yang lain, pemimpinya dua dari fuqoha terkenal yaitu mursid bin Abdullah dan al lays bin saad (175 H.)dan di Iraq muncul sekolah abi hanifah (150 H.) yang terkenal dengan sekolah ra’yu dan ijtihad. Begitu juga muncul sekolah asyafi’I di iraq kemudian di mesir ,dan muncul malik di madinah dan awza’i di syam.
Dan disamping sekolah fiqh dan hadist nampak sekolah – sekolah bahasa yang terkenal diantaranya dua sekolah di basrah dan kuffah di iraq. Dan pemimpin sekolah basrah yaitu ‘isa bin umar astaqofani(149 H) murid yang terkenal yaitu abi aswad adula’i dan darinya mengambil holil bin ahmad al farahadi (`75 H.0 yang menjadi ahli dalam ilmu nahwu dan pemasti terhadap ilmu).
Diantara sahabat holil yang terkenal yaitu sibawaih yang menyipati kitab bahasanya ibnu nadim bahwa sanya (tidak ada yang mendahului sepertinya salah seorang sebelumnya dan tidak ada yang menyusul denganya orang sesudahnya)sibawaih datang lebih dulu ke Bagdad di ayyam arrasid yaitu anak tiga puluh dua tahun dan wafat sekitar 177h. digelari dalam usia 40 thn.dan dari pengajar terkenal di basrah yaitu yunnus bin habib (183h)beliau mengajar di basrah menjadi imamnya para pencari ilmu,ahli adab,fusoha arab,dan utusan pertama.dan yang seperti dengannya asma’i wafat tahun 213 H. dan telah mennganti sepuluh kitab dan mengeluarkan beberapa dari ahli bahasa.adapun sekolah kuffah yang terkenal diantarnya al kasa’I yang wafat thn 197 H. dan beliau lebih dulu kebagdad dan mempelajari aminul ma’mun.dan arrasyid banyak yang memuliakanyabegitu juga muncul dari sekolah ini yahya bin ziyad al fara’I (meninggal thn 207H.) dan tekun dalam belajar selama 16 tahun kemudian beliau diam dimesjid dan diperintahkan menjadi qori dengan membaca al qur an al karim kemudian penafsir pengi’rab dan perinci dalam pembahasan bahasa yang rinciannya membingungkan pd zamannya.
B.Muncul Firqah Islam
Firqah islam muncul pada abad kedua hijriah,jelas diantaranya melalui pemikiranya dan aqidah nya.kemudian disamping orang yang kami ceritakan dari lama suni, terkenal dari syiah ismail bin ali anaubahti seorang alim,teolog.teolog dan ulama menghadiri majlisnya. Dan telah mengarang kitab tak terhinga diantaranya kitab naqdi risalati syafi’I,kitab ibtolul qiyas.begitu juga muncul ulama jabariah seperti husain bimn Muhammad bin Abdullah annajar,bersamanya sistem mu’tajilah kaidah - kaidah dan pemikirannya dan beberapa dari kitab irja.
Dan di abad ini jelas madhab mu’tajilah yang keturunannya sampai ke wasil bin ato yang meninggal tahun 131 H.
Dan terciptanya firqah ini menjadi warna dari aktivias pemikiran yang menjadi jejak dalam pemahaman pendidikan,metodologinya,dan cara – caranya.
C.Interaksi Bersama dengan kebudayaan Negara terbuka :
Aktivitas penterjemahan dalam pebedaan ruang linkup ilmu yang memiliki kecintaan yang sangat dalam kemunculan terhadap apa yang di tinggalkan oleh imam yang lain dari pengetahuan dan ilmu. Seperti banyak yang masuk dalam islam selain orang arab mereka yang pertama membuka atas kebudayaannya. Maka dengan begitu semua peninggalan yang besar dalam pemikiran penddikan dan teori pendidikan pada waktu itu.
D.Pihak – Pihak yang Membutuhkan keterbukaan, maka adanya setiap usaha memiliki kebutuhan yang tersusun atas pendidikan islam dan pengarahhannya dan penentanganya terhadap jawabannya.
MANIFESTASI PERKEMBANGAN PEMAHAMAN TEORI PENDIDIkAN DI ABAD KEDUA HIJRIAH:
A.Konsep pengajaran dan Metodologi:
Konsep pengajaran disesuaikan dengan kondisi zaman dan segala keadaan hal ihwal masyarakat pada waktu itu. Dan yang terkenal seperti ini pemikiran imam – imam yang berdasar pd madhab sunnah.
Abu hanifah telah menghendaki terhadap system kurikulum yang menjadikan pelajar nya memperhatikan zamannya pemikiranya dan kebudayaannya, dan mempersenjatainya denngan apa yang di jawab olehnya yang membatasi pengarahannya.oleh sebab itu yang berpaling dari yang membutuhkan terhadap apa yang dibicarakan di sekolahnya.mereka yang mengatakan( bahwa para sahabat nabi allah a.s tidak akan masuk dalam perkara ini)maka ingatlah sesungguhnya watak kehidupan dan keadaan perkembangan yang menjadikan pemisah penjelas antara zaman sahabat dan zaman abi hanifah.karena tidak adanya kesulitan yang datang kepada masyarakat abi hanifah yang ada di zaman sahabat.dan karena itu tidak membutuhkan pembahasan dari uraiannya.dan berkehendak menetapkan pemahaman mereka yang berhenti dari zaman mereka,di zaman selain zaman mereka.maknanya tidak adanya persiapan pelajar karena menghadapi sulitnya zamann dan seperti yang mengatakan terhadap itu(seperti laki – laki di laut yang besar yang banyak air hamper tenggelam dari kebodoha mengarunginya. Maka berkata kepedanya yang olain: tetaplah kamu di tempatmu dan jangan mencoba mengarunginya.
Abu hanifah tidak berhenti hanya dalam penetapan teori tetapi berusaha terhadap penjernihan pemahamannya dalam diri pelajar. Mereka yang memalingkan terhadap tempat berhentinya diri. Kemudian berkehendak menjawabnya dari pertanyaan mereka.
(tidakkah kamu membolehkan apa yang dibolehkan sahabat- sahabat nabi saw.?maka ucapkanlah:tentu,membolehkan padaku apa yang di bolehkan kepada mereka kalau aku di rumah mereka dan tidak dengan kehadiranku sepeerti dengan hadirnya mereka. Barang siapa yang tidak menghadapi terhadap kompleksnya zaman dengan sangkaan bahwa dengan mengasingkannya akan selamat darinya.yang tidak kuasa menahan hati dari sisa nya.yang terbaik menghadapinya dan meninggalkan didalamnya pengganti.meninggalkannya dan jangan ditinggalkannya)
Abu hanifah telah menetapkannya bahwa pandangan pelajar terhadap keadaan zamannya dan mengetahui salah dari benar nya perkara yang penting karena sebab – sebab, yang pertamanya membersihkan dari kebodohan yang kedua sekiranya menghilangkan kesamaran dari sesuatu yang hilang oleh yang lainya tidak akan bisa membersihkan darinya.ketiga harus bisa mengetahui salah dan benar,dan dari mereka ahli salah atau ahli kebenaran,keempat bahwa meringkas terhadap belajar apa yang dkehendaki pelajar dan pengajar sesungguhnya haq atau kebenaran menjadikan ilmu samar dengan kebodohan.maka haq tidak akan diketahuikecuali dengan mengetahhui kebatilan dankebenaran tidak akan sampai kepadanya kecuali dengan meberhentikan kesalahn.(bertanya pelajar rahimmakumulah: tahukah anda bahwa seorang laki – laki yang mempunyai sipat adil dan tidak mengetahui kelacutan,apa yang membedakannya dan tidak adlkah?apakah Dikatakan sesungguhnya dia mengetahui benar atau dia dari ahlinya? Mualim berkata: apabila dia disipati adil dan tidak mengetahui kelacutan yang membedakannya sesungguhnya dari orang yang bodoh/tidak mengetahui lacut dan adil.. ketahuilah saudaraku bahwa asnap yang paling bodoh aku berharap kpd mereka kedudukan di sampingku bagi mereka. Karena perumpamaan mereka seperti empat orang yang datang dengan mengunakan baju putih kemudian mereka ditanya semuanya tentang baju itu,salah satu dari mereka menjawab ini baju merah,dan yang lain menjawab ini baju warna kuning,yang ketiga menjawab ini baju warna hitam,an yang keempaat menjawab ini baju warna putih dan dikaatakan kepadaanya apa yang kamu katakanan dalam mereka bertiga benarkah atau salah? Kemudian menjawabnya ; adapun aku telah mengetahui bahwa baju berwarna putih dan berharap mereka telah benar.
Dan terhdap pemahan ini murid abi hanifah Muhammad bin hsan asyaibani berpendapat menyandarkan kepda sumber pengetahuan dan dasar metodologi,yang menjadi sumber keempat yaitu qiyas yang dengannya dmemudahkan kekomplekan zaman dan mengetahui terhdap kondisinya. Dan menyandarkan metodologi sesudahnya yang baru yaitu bahwa ilmu harus memiliki hubungan dengan kehidupan karena sesungguhnnya syariat dating untuk mengatur hidup bukan untuk memisahkannya.dan dalam satu hal dikatakn kepadnya tidakkah anda mengarang kitab hanya dalam hal zuhud? Berkata saya mengarang kitab tentang perdagangan.
Adapun assyafi’I mengikatkan objek metodologi dengan tingkah laku dan kesengajaan yang di tentukan.baik berhenti terhadapnya dan berhadapan dengan hakikatnya.(barang siapa yang mempeljari qur anul karim di agungkan/di kuatkan agamanya,dan siap yang mempelajari fiqh di pandaikan kemampuannya dan siap yang menuliskan hadis dikuatkan hajatnya dan siapa yang mempelajari bahasa dihaluskan wataknya dan siapa yang mempelajari perhitungan dibesarkan pemikirannya.
Dan ima syafi’I tidak meringkasnya meliputi metodologi terhdap ilmu – ilmu syara’ dan bahasa dan perhitungan.dan pastinya menyandarkan kepadanya objek alamiah yang memiliki keterkaitan dengan adanya madi bagi individu dan golongan. Kemudian negara yang tidak meghimpun dokter yang memberitahukan urusan jasad kepada pihak yang tahu yang akan memberitakan urusan agama yang tidak layak dengan pendirian di dlamnya,dan akan mengeluh terhadap apa yang ditinggalkan orang islam dari ilmu kedokteran,dan beliau berkata;akan hilang 3 ilmu dan akan menguasainya yahudi dan nasroni. Begitu jufa mngaitkan antara ilmu syariat dengan ilmu thobiiah ketika mengambil terhadap kesaksiannya dari hubungan manusia dalam medan pengetahuan dan natijah.dari adnya yang dirasakan tidak baik terhadap adanya nyamul yang menunjukan baru ada dan apa yang berjalandidalamnya dari aktivitas.supaya tetap dari sela – sela itu apa yang di ketahuinya dari ilmu aqidah dan dan usuli.kemudian ditanya ; apa daliol yang menunjukan adanya maha pembuat? Kemudian menjawabnya (daun fursod ada rasnya dan adawarnanya dacn ad baunya ada bentuknya satu menurut kamu? Mereka menjawab, iya ,berkata kemudian memakannya ulat sutra kemudian keluar darinya sutra.dan lebah keluar darinya madu,dan dai kambing kemudian keluar darinya kotoran kambing.dan memakan nya dzoba kemudian keluar dalam mulutnya minyak misik. Dzat yang menjadikan semua ini begitu juga bahwa yang menciptakan itu satu.).
Dan beliau menyandarkan kepada metodologi praktek seperti menunggang kuda dan memanah.diharapkan murid mengkaji buku yang berjudu9kitabu sibqi wa romyi)dan mereka memulluai sesungguhnya bagi kebudayaaaan syafii dan pendidikannya menjadi jejak disitu.
Telah ada yang luas pengetahuan dengan ulumul quran al karim,hukum – hukum,ilmu astronomi,ilmu kedokteran,sastra,bahasa,nisbat,ilmu hadist,sejarah dan yang baru.dan pandai nunggamg kuda sehingga sempurna di atas kuda.dan dalam pengajaranya terhadap ilmu – ilmu ini memperhitungkan program harian yang ditentukan.
Adapun malikbin anas telah mengaitkn antara kebutuhan masyarakat/mahasiswa dan antara kurikulum.ketika menyeru kepada penjagaan peletakan di setiap Negara sehingga dlam urusan fiqih.ketika abu ja’far al mansuri berisarah kepadanya bepegang pada kitabnya al muatto dalam setiap kota islam harus memerintahkan melaksanakan dengannya tidak selainya.malik membantah terhadap pernyataan ini dan katanya dengan darurat tiap Negara meninggalkannya dan tidak memilih bagi dirinya dari perawi fiqh yang lain.
Kami memandang pada abd kedua sebagian orang – orang [aham yang menjadikan kurikulum di kokohkan terhadap peninggalan terdahulu saja. Dari sebagian itu apa yang di nisbatkan oleh hkotibbagdad dan ibnu abdil barri kepada imam auza’i. dan menafikan tehadap pengertian ini dari au za’I tentang kebebasan/kemerdekaaan yang luas dalam bermadhab. Seperti menafikannya apa yang dijelaskan oleh ibnu abdil bari kepadanya bahwa auza’I berwasiat kepada para pelajar (pelajarilah apa yang tidak diambil dengannya seperti mempelajari sesuatu yang di ambil darinya) dansesungguhnya pengetahuan seluruhnya di peruntukan bagi ilmu dan jangan merasa cukup atau lebih. Dan yang kami pandang bahwa penjelasan auza’iterhadap peninggalan terdahulu meliput penjagaan terhadap konsep –konsep pemikiran. Dan pemikiran yang masuk membingkai perkembangan islam di masyarakatyang dipenuhi dengan pemikiran yang keluar dari bingkai ini.
B.Pembelajaran
Tidak ada perbedaan pemahaman pembelajaran di abad kedua dengan abad pertama,yaitu bahwa yang membesarkan perjalanan pendidikan di abad kedua adnya murid murid pada perjalanan abad pertama dan bersam itu sebagian pemaham mendalami dan memusatkanya.dari pemusatan itu terhadap persiapan.seperti yang dilakukan imam bukhori ketika menyeru kepada penyamaan akal/kemampuan bagi para pelajar.dan tidak boleh mendahului kepadanya apa yang di ringkas dari pemahamannya dan penemuanya. Dan seperti yang dilakukan syafi’I ketka menyeru kepada pengenalan persamaan akal bagi pelajar,dan kemampuan naiknya tingkat pemahaman.kemudia pengajarnya,dan sabar dengan ketentuan yang dinisbatkan dalam persamaan ini.
Dan sebagian pokok yang meliputi kepadannya pemahaman pembelajaran secara berangsur – angsur dalamdalam belajar.contohnya pa yang disarankan abu hanifah
Ketika berkata(belajarlah setiap hari tiga permasalahan dan jangan menambahnya sehingga terbias bagimu dari ilmu maka belajarlah)
Dan dari sebagianya tidak memisahkan antara dasar teori dengan praktek,dan menjaga keseimbangan antara keduanya.seperti supyan asauri telah menetapkanya.
Diantaranya telah menetapkanya abu hanifah dan asyafi’I kira kira mewajibkan selesai dan menghilangkan keterkaitan dan tidak insigol”katungkul”(dengan berpaling dari urusan dunia kecualisesuatu yang benar penyampainnya.harus menyelesaikan terhadap ilmu denan sempurna.
Ja’far asidik telah menyandarkan kepada pokok ini keharusan tetapnya murid kepada gurunya karena sesungguhnya itu menjadikan berakhlaq dan teliti apbila gurunya dari ahli ilmu.
Dan yang terakhir pokok ini di syaratkan terus berlanjut/kontinu belajar.dan dari beberapa kebaikan menetap dalam belajar apa yang dikatakan supyan ayyinah ketika ditanya;dari pentingnya maniusia mencario ilmu?berkata;aku memberi tahu mereka karena sesungguhnya kesalahn darinya sangat jelek. Dan begitu juga Abdullah bin mubarok ketika ditanya; sampai kapan kamu mencari ilmu? Menjawabnya: sampai mati kalau allah menghendaki.mudah – mudahan ucapan yang memberi kemanfaatan bagikutidak akan menulisnya sesudah itu.dan ketika abu yusuf memutuskan untuk menghadirimajelis abi hanifah dan mengambil darinya tempat yang terpisah abu hanfah mennuliskan kepadanya dengan perkataan yang bagus dari jawabannya.kemudian mengaitkan terhadap pernyataanya : barang siapa yang mengira bahwa merasa cukup dari belajar maka… bagi dirinya.
Dan kholil bin ahmad telah menyaratkan pengajar harus menghaisi dengan empat sipat: yang pertama harus ada pelajar memeriksa terhadap ilmu kepda orang yang lebih tau darinya. Kedua pengajar harus menguasai sesuatu baginya.yang ketiga harus mudzakaroh dengan orang sesamanya supaya mereka mengukirnya dan mengingatkannya.dan keempat harus rendah hati memegang tali dirinya ketika bertemudengan orang melihatnya lebih luhur darinya.
C.Menetapkan pengajaran
Pengajar berkumpul di wktu itu atas keharusan mengembangkan ilmu diantara semua masing – masing umat.apabila mengibaratakn kebodohan musuh yang berat. Mengajar manusia lebih utama dari ibadah. Asyafi’I telah mewajibkan kepada hakim apabila kumpul warga desa meninggalkan mencari ilmu…harus memaksa mereka untuk mencarinya. Malik menetapkan bahwa ilmu apabila di cegah dari umum tidak akan bermanfaat dengannya yang husus. Ibnu haj telah menjelaskan ucapan ini meliputi salah satu makna yang tiga dintanya yang pertama sesungguhnya mereka tidak menyetujui untuk mengerjaknnya.kedua sesungguhnya ganjaran ilmu banyak dengan mengembangkannya. Dan yang ketiga haram faidah faidah tertentu karena istitsar mereka dengan ilmu mengakibatkan takabur,ceroboh maka mereka mengharamkan paham dalam hal ini.
D.Teknik – teknik
bisa membagi teknik – teknik yang di ketahui di abad kedua terbagimenjadi dua bagian: sebagian yang baru menghendaki mengembangkan muhadatsah.dan sebagian, turunan dari abad sebelumnya dan mengenainya sebagian aktivitas.
Adapun dari bagian pertama.diantaranya
A.Teknik dikte
Diketahui teknik dikte pada awl abad kedua hijriah imam syafi’I telah menjelaskan bahwa yang mengetahui penulisan yang dipelajari dalam al qur an al karim mendiktekannya kepada anak dan mereka menulisnya.begitu juga melakukan teknik dikte dalam bahasa yang terkenal abu ali al qoli yang mengumpulkan pendikteanya dalam kitab al amli dan menjelaskan pembelajaran denagan metode ini.
Dan tekadang muncul teknik dikte terhadap beberapa contoh berikut : pengajar membuka majlisnya dengan basmalah,hamdalah,dan solawat atas nabi saw. Kemudian memulai diktenya dengan menjaga kesamaan aqal para pendengar,dan ketika mengatakan sesuatu yang yang berkaitnan kepadanya menyatakan akan pendirianya. Dan diantara sesuatu yang didalamnya terdapat makna yang halus yang sulit memahaminya selain para ulama. Apabila sapai di akhir mengakhiri majelisnya dengan cerita dan nawadir,nasyid – nasyid dan syair. Kemudfian tekah selesai dengan istigfar dan hamdallah.
dan pendikte memerintahkan kepada siswa sioswanya mengukangi bacaan yang telah mendiktekanya kepada mereka kemudian apabila ada kesalahan dalam pemindahannya di perbaikkn7ya.
Kemudfian berkenbang metode dikte.pendikte mengambil seseorang menyampaikan darinya apa yang dikatakannya. Supaya ketemu kepada orang sesudahnya di tempat belajar. Dan diketahui seseorang ini dengan nama (mustamli)dan mereka talah menyandarkan dalam hal itu dengan apa yang rasulallah lakukan. Di haji wada ketika hutbah di mina.dan ali bin abi talib mengibaratkan darinya. Dan manusia berdiri dan duduk. Dan terkadang para ulama membahas dalam metode dikte kemudian mereka membatasinya dengan wado dan sarat- sarat.sebagian itu mustamli harus mengeraskan suara,supaya mudah di paham..cepat menemukan dan pintar.(memasihkan lisan bagi para hadirin.dan menjelaskan dengan jelas mengibaratkan yang baik)dan adnya muliman dengan ilmu yang meliputinya dan baginya sebagian berita didalamnya. Supaya bisa menjauhi lupa dan salah.
Dan apabila luas majlisnya banyak orang yang melakukannya,sekira sebagian mereka menyampaikan nya kepada sebagian dari apa yang dikatakan pendikte.dan telah bertemu beberapa mustamil di sebagian tempat tempat sampai tujuh kali.dan di sebagiannya dua puluh mustamli.
Dan mereka menentukan bagi peljar tatakrama di majlis imla’. Diantaranya; harus menghiasi dengan akhlak islami,harus pagi pagi hadir,harus melebarkan lengan bajunya,supaya diletakan didalamnya buku dan semacamnya.dan harus menulis dengan mangsi hitam karena sesungguhnya warna hitam adalah warna celupan dan dan pulpen menetapkannya(yaitu alat yang memiliki ilmu dan kebisaan ahli pengetahuan dan pemahaman)dan mereka menyaratkan bagus tulisan,dan mereka menentukan penulsan , kepandain lebih mendekatkan kepada teknik – teknik pembahasan di hari ini.kemudian mereka menyaratkan saling percaya dan menyebutkan nam mumli,sejarah imla,nama mustamli,dan membersamakan pelajar atas apa yang mereka tulis beserta sebagiannya dengan menuntut tadqiq dan penelasan.
Dan mengaitkan dengan metode dikte kebiasaan kemahiran berpikir dan praktek.yang pertamanya kepandain memahami. Dan imam syafi’I telah mengibaratkan barang siapa yang mepelajari ilmu dan tidak memahaminya (seperti pengumpul kayu malam yang membawa seikat kayu dan didalamnya ada ular besar yang akan menggigitnya dan dia tidcaktahu.) itu sesungguhnya tidak mampu memisahkan ilmu yang bermanfaat dari ilmu yang madarat.dan memisahkan benar dari kesalahan.dan berjalan dari kaidah ini.dan supyan asauri menetapkannya kepada setiap orang..dan yahya bin aksam bahwa memahami hadis lebih baik dari mendengarkannya dan dan bermuafakat ahmad bin faro kepada mereka berdua dalam hal itu,dengan menta’lil pemikiranya ini dengan kondisi zaman. Berkehendak menolong dengan paham sebelum taslim dengan hadis atau ilmu. Bahwa zaman nabi sawada zaman irsadusama dan taujihul wahyu yang tidak akan salah.dan karena itu tidak jarang bersegera manusia percaya dengan yang diperintahkan. Adapun dizamannya,abad kedua maka perlu bagi mu’min harus menjelaskan apa yang didengar dan dibaca. Dan jangan lebih dulu meyakininya atau mengamalkanya kecuali sesudah memahaminya dan membersihkan dari kesalahnnya.
Dan terkadang meyakini tasydid ini atas pemahaman untuk membahas dalam perubahn hari dengan kemahiran berprilaku. Dan dari sebagian orang yang membahas dlam hal itu Abdullah bin mubarok yang meninggal tahun (175 h)telah menentukan cara – cara perilaku dengan ucapanya (permulaan ilmu adalah niat,kemudian mendengarkan,kemudian memahami,kemudian menghapal,kemudian mempraktekan kemudian mengembangkan).
Dan menyamakanya dalam karangan ini al fudail bin iyad yang meningga tahun 180 H.dan supyan asauri kecuali sesungguhnya mereka berdua memulainya (dengan memperhatikan,kemudian mendengarkan…)sqampai akhir pendapat yang disebutkan.
Dan ibnu zuruk telah mengumpulkan perbedaan karangan – karngan dalam kaidah yang umum ini isnya(pada tiap – tiap sesuatu ada wajah. Kemudian yang mencari ilmu dalm memulainya.saratnya mendenngarkan dan menerima,kemudian mengerti dan memahami.kemudian ta’lil dan mencari dalil,kemudian mengamalkan dan mengembangkannya. Kapan mendahulukan urutan dari kedudukannya terhalang sampai kepada hakikat ilmu dari wajahnya.kemudian orang yang tau tanpa hasil sia sia,dan orang yang hasil tanpa memahami tidak ada pelajaran denganya. Mengerti/tasowwur tidak menjaga kepadamya paham tidak ada faidah selainnya.dan ilmu membukanya dari kebutuhan tidak akn melapamgkan dada.dan sesuatu yang tidak keluar maka dia mandul.dan melihat hidupnyha tetapi di syaratkan insaf/adil dan rendah hati/t6awado,yaitu menerima kebenaran untuk akhlaq.dan memperbanyak menyendiri,kemudian meringkasnya dan jangan menolongn.dan carilah jangan berhenti dan dengan pertolongan allah
Dan ketika kami menghubungkan karangan ini dengan karangan bloom yang mengibaratkannya dari sebagian kaarangannya,dan yang membagi perangai kepada: mengetahu,memahami,mepraktekan,tahlil,mengarang,menetapkan,menjelaskan kepada kami sampai sejauh manahubungan pembahasan dalam perangai akal bagi pelajar dalam selang waktu yang terdahulu itu.
Dan dari sebagian kepandain yang luhur pertolongannya yaitu kemahiran mendengarkan kemudian berkata(jangan menghendaki kamu terhadap salah satu jawabansehingga kamu memahami ucapannya.maka sesungguhnya itu merubah kamu dari jawaban ucapannya kepad lainnya dan akan kuat kebodoan terhadap dirimu. Dan tetapi memahami darinya kemmudian apabila kamu memahaminya maka kamu menjawabnya. Dan jangan cepat – cepat menjawab sebelum memahami, dan jangan malu kamu akan meminta paham apbila kamu tidak paham,maka sesungguhnya menjawab sebelum paham itu bodoh.dan apabila kamu tidak tahu maka bertannyalah maka menjelaskan kepadamu, dan meminta paham lebih bagus bagimu dan kebaikan diam bagi yang lemah).
Dan telah sampai pentingnya mereka dengan kemahiran mendengarkan secara had,mereka menjadikan nadom syair didalamnya..dan telah mendatangkan ibnu abdil bari dengan nadzom yang panjang yang yang munasbah sampai lu’lu’ menisbatkannya sampai ma’mun.kamimencukupi darinya seperti ini:
Dan dzohir masalah di antara manusia
Diketahui dalam ilmu atau yang di lakukan
Janganlah kamu menjawab lebih dulu
Sehingga kamu mengetahui isi pembicaraan orang lain
berapa banyak yang kamu lihat dari penderitaan yang mendahului
dari tidak memahami kesalahn pembicara
menanamkan dengannya di majelis – majelis
dari yang memiliki ilmu
ucapannya dua pembicara ucapan berkaitan
dan akhir pendengaranmu bodohnya
pada tiap – tiap ucapan terdapat jawaban
terkumpul salah dan benar
dan bagi ucapan ada awal dan akhir
memahaminya dan tdk memhamidarimu oarng yang hadir
jangan menolak kamu akan pendapat dan jangan mengulanginya
sehingga mendatangkan padamu terhadap sesudahnya
2.Munadzoroh /Diskusi
Assubqi telah menjelaskan bahwa pertama kali orang yang melakkukan teknik diskusi dan mencari asalnya yaitu ahmad bin umar bin sarij salah satu sahabat syafi’I yang terkenal dan ahli mereka lebih dalam ilmu kalam.dan yang menerapkan sulit menisbatkan jelasnya teknik diskusi kepada orang – orang trtentu atau pada selang waktu tertentu.yaitu teknik menjelaskan untuk kejelasan pengajar berbeda penjelasan keyakinannya.dan assubki menjelaskan pda dirinya bahwa teknik diskusi kebiasaan pengajar yang membiasaknnya ulama besar di zaman syafi’idan sesungguhnya syafi’I berdiskusi dengan abu abid qosim bin salam. Mendatangkandua ilat berjalan antara syafi’I dan antara ishaq bin rohwiah.dan jelas di antara keduanya menggunakan pemikiran dan menggunakan qiyas dan istinbat.seperti jelas dari ereka kira kira dua untuk kepentingan tafaul antara ulama dan para pelajar.dan terkadang sahabat – sahabat syafi’I membuang perumpaan mereka seperti selain mereka dalam pengembangan metode manadzirah kemudian mereka mengarang dalam kowa’idnya dan syarat syaratnyaemudian dari itu dalam karangan yang tentu supaya berhenti orang yang menghendaki metode ini terhadap perinciannya dan kaifiah pengunaanya.
3.Teknik Membaca
Dan dalam metode ini pelajar harus membaca apa yang dikehendakinya harus mempelajarinya dan pengajar akan meluruskan dengan penjelasan dan penafsiran.dan dan mereka memulai bahwasanya muncul di abad kedua.ketika safii menjelaskan sesungguhnya beliau menghapal kitab muato sebelum bertemu dengan mallik bin anas kemudian menjelaskan dan membacanya.dan begitu juga mengerjakannya bersama murid- muridnya.mereka membacakan kepadanya syair kemudian menjelaskannya. Yang serupa dengan teknik imla’ disebagian isinya dan tetapi meringkasnya karena sesesungguhnya membatasi berpikir yang mengumpulkan ucapan – ucapan yang ditetep[kan.
Adapun bagian kedua yaitu teknik teknik turun dari abad pertama dan tetapi mengenainya sebagian perkembangan teknik – teknik ini.
4.Arrihlah
Dan mengkaji pada teknik ini ahli hadis,yang menyaratkan pelajar harus berjalan kepada pengajar dan mengambil ilmu darinya.denagn bercakap cakap.
Dan di abad kedua datang pada teknik ini aktivitas yang lain atas ahli lugot. Yang mengatakan dengan rihlah paa permulaan supaya pelajar terbiasa dengan lisan arab yang mempertemukan antara golongan.dan lebih dulu orang mengetahui dari orang yang pergi kebadiyah yunus bin habib assobiyi yang meninggal tahun 183 h.dan holil bin ahmad (180 h). begitu juga syafi’I memasuki badiah untuk belajar bahasa dan hidup bersama qobilah hudael yang fasih berbahasa arab . berpindah beserta mereka dan turun bersama turunnya mereka.
5.Al as’alah
Metode ini dimulai dari abad pertama dan mendapat derajat dari ketetapan yang menjadikan mereka bertanya karena sesungguhnya itu sebagian dari ilmu.dan telah terssebar di abad kedua dan berwasiat para ulama untuk melakukannya. Sehingga asma’I menerangkan sampainya martabat yang menyampaikan kepadanya supaya berani bertanya dan melakukannnya dalam pengajarannya dan kajiannya .
Dan sebagian orang yang melapangkan dalam menggunakan metode ini yaitu abu hanifah dan mendahului pada kami kitabnya yang telah tadidi sebutkan –al alim dan muta’alim- yang jelas. Karena sesungguhnya semua yang meliputio kitab iniyaitu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh murid – murid abu hanifah yaitu pertanyaan memiliki kesamaan dengan pemikiran zaman abi hanifah dan kesulitannya.
6.assima’/ mendengarkan
Dan aktivitas yang membuka metode ini yang mencontohkan dengan menyandarkan syarat – syarat yang baru yang berbeda dengan perbedaan objeknya. Dalam hadis di syaratkan tidak mendengar kecuali sesudah usia balig dan disyaratkan isnadnya sehingga tidak berbicara orang yang menghendaki apa yang di kehendakinya.
Adapun dalam bahasa mereka telah menjadikan cara: diantaranya mendengarkan dari ucapan syaikh atau a’robi.dan menndengarkan bacaan lainnya.dan berkata di bacakan pada seseorang dan saya mendengarkan.
E.Tatakrama pengajar dan pelajar
Tidak ada perbedaan tatakrama pengajar dan pelajar dari sesuatu yang ulama abad kedua menyaratkannya dengan sesuatu yang tetap sunah – sunah nabi dan akhlaq islam,dan itu jelas dari tulisannya bukhori, dan ibnu abdil bari dan hkotib bagdad dan yang lainnya. Tanpa memandang sebagian etika yang sesuai dengan kondisi zaman. Dan syafi’I telah menguatkan akan keharusan dan menetapkan bahwa pengajar harus membahas eletakan itipaq dan tidak membenci apabila nampak haq selain darinya.begitu juga mereka menguatkan akan sesuatu namanya(al insyof fil ilmi)
Dan meeka menjadikan syarat untuk paham. Barang siapa yang tidak insof tidak paham dan tidak akn memahami.
Begitu juga ta tak rama pelajar tidak keluar dari apa yang ditetapkan ulama abad pertama, kecuali sesungguhnnya syafi’i memusatkan selesai dan tidak terfokkus dengan dunnia atau kepentingan pengumpulannya atau ingin memandang kepada keagungan dan kepemimpinan. Seperti mengharuskan akan rendah hatinya pelajar dan memuliakan pengajar supaya mendmemperdayakannya pelajar mengeluarkan yang terbaik darinya.
selesai
Tanggung Jawab
Nama : Mohamad Arijal
Kelas : KI B smt 1
Nim : 1210201064
Macam-Macam Tanggung Jawab
a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam sebuah novel guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan atau azab. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
manusia mempunyai rasa cinta, tidak bisa dipungkiri rasa “CINTA” bnyak didefinisikan hanya kepada lawan jenis,tapi tanggung jawab manusia yang sangat mutlak adalah cinta terhadap allah dan rasul nya.
Kelas : KI B smt 1
Nim : 1210201064
Macam-Macam Tanggung Jawab
a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam sebuah novel guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan atau azab. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
manusia mempunyai rasa cinta, tidak bisa dipungkiri rasa “CINTA” bnyak didefinisikan hanya kepada lawan jenis,tapi tanggung jawab manusia yang sangat mutlak adalah cinta terhadap allah dan rasul nya.
Jumat, 22 Oktober 2010
Potret generasi muda di era global
Kemajuan ilmu dan teknologi mengakibatkan cepatnya informasi dan komunikasi sehingga mengakibatkan terjadinya global. Diera global saat ini sudah banyak segala hal menjadi berubah. Dari bidang pendidikan misalnya telah mengalami suatu perubahan yang signifikan dengan terpenuhinya fasilitas - fasilitas pendidikan yang memadai yang menunjang kegiatan belajarnya. Atau dalam bidang ekonomi dulu masih menggunakan sistem ekonomi agraris kini telah bergeser kesistem ekonomi industrialis yang tentu saja akan berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakat. Dan setiap perubahan yang terjadi akan memberikan dampak yang positif dan negatif bagi keberlangsungnya proses kehidupan manusia pada umumnya dan khususnya untuk generasi muda sebagai penerus selanjutnya.
Kemajuan teknologi dan industri saat ini tidak lepas dari dampak positif dan negatif yang mengitarinya. Dampak positif kemajuan teknologi dan industri saat ini dapat kita saksikan disegala kehidupan, baik ekonomi, sosial, politik maupun pendidikan. Semua itu merupakan hasil jerih payah yang patut mendapatkan penghargaan. Terbukti apa yang Allah S.w.t firmankan dalam Al-Qura'n :
" sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ." ( Q.S. Ar-radu 13:11).
Dibalik kegemerlapnya kemajuan teknologi dan industri yang ditandakan dengan munculnya era globalisasi informasi merupakan dampak negatif yang akan terjadi dari proses mobolitas informasi secara besar- besaran. Bagaimana pun juga informasi yang berupa kata , suara , dan gambar tak jarang mengajak kita semakin menjauh dari cita - cita etika yang kita kehendaki untuk terjaga.Disatu sisi kemudahan informasi akan turut menunjang kemajuan teknologi dan industri. Tetapi disisi lain akan memunculkan segudang persoalan yang bisa mengancam atau bahkan membunuh keberlangsungan peradaban manusia baik secara cepat atau perlahan. Masalah moralitas bangsa menjadi isu yang tak pernah surut untuk diperbincangkan. Krisis moral yang terjadi pada generasi -generasi penerus bangsa adalah satu dampak dari mobilitas informasi yang sudah tidak mengenal batas ini. Kebebasan berkata , bertindak dan bersikap dengan tak mengenal batas - batas agama menjadi sesesuatu yang yang sudah lumrah dilakukan oleh generasi mudadi era global saat ini.
Potret generasi muda di era global saat ini dapat kita dapat kita lihat seperti kebanyakan generasi muda saat ini lebih senang mengenal tokoh- tokoh barat seperti Angelinajoly dan Ronaldo decaprio atau yang lainnya. sehingga mereka bertindak dan bersikap jauh dari mencerminkan etika dan moral bangsa timur, mereka menganggap diri mereka kolot bila diperkenalkan figur- figur yang lebih mencerminkan moralitas dan etika bangsa timur. Selain itu potret generasi muda saat ini banyak menganut budaya konsumtif dan menjadi prilaku yang rutinitas dilakukan oleh generasi muda di era global saat ini , sebagai akibat dari merebaknya epidemi global yang mewujud dalam bentuk makanan, pakaian, sepatu, asesoris dan lain lain.
Budaya seks bebas, anak gaul ,anak fungky trendy dan modies menjadi suatu yang menghantui kehidupan generasi muda, begitu pula dengan mewabahnya generasi narkoba, koplo, ganja, opium, extasi, sabu- sabu, herin dan minuman keras memberikan gambaran yang jelas akan tantangan dan ujian yang mesti dihadapi oleh generasi muda. Sehingga wajar jika terjadi kebingungan pada generasi muda di era global saat ini, karena hampir kebayakan generasi terdahulu ( orang tua mereka ) lebih sibuk dengan aktifitas pribadi masing- masing sehingga tidak ada waktu untuk memperhatikan masa depan generasi muda yang masih panjang dan beliku. Pemahaman yang diberikan hanya sebatas hal- hal yang bersifat materi belaka sehingga aspek ruhiah generasi muda menjadi kering. Dan kekeringan ruhiah ini justru akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi sikap dan tindakan generasi muda dalam mengarungi kehidupannya diera global saat ini.
Nama : Nurhalimah
Nim : 1210201078
Jurusan : KI / B / I
Selasa, 19 Oktober 2010
KEPEMIMPINAN
NAMA:Siti Nur'aeni
NIM:1210201115
Jurusan:KI-B-
Sopir angkot berantem dengan sopir omprengan,advokat peradi berkelahi dengan advokat KAI,dll.itulah wajah indonesia akhir-akhir ini.kita bukan hendak menebarkan aura pesimisme,tapi mengajak kita semua untuk menerima fakta di depan mata kita.mengabaikan semua itu dengan terus meniup-niupkan segala yang optimistis bisa terjebak pada kepalsuan dan menghindar dari kenyataan.Memeng kita tak boleh larut dalam pesimidme,tapi kita harus menyelesaikannya bukan seolah-olah tak ada masalah.
Apa sebetulnya yang terjadi pada bangsa ini?kosongnya kepemimpinan?Kita melihat semua itu memberikan sumbangan terhadap keruwetan yang kita hadapi saat ini.setidaknya kita hatus selalu berikhtiar bahwa di sisi sana ada titik terang.
Mentasnya negara-negara berkembang selalu di picu oleh hadirnya seorang pemimpin yang baik dan tepat.Dia bisa menghela bandsanya untik melangkah.melampaui segala keterbatasan yang membelit negerinya.melalui visi dan kepemimpinannya,ia bisa mendobrak segala kegelapan.
Mengapa di negara berkembang kepemimpinan itu lebih utama?karana,tatanan nagara-negara berkekbang yang rata-rata sebagai negara pascakolonial di hadapkan pada kendala,kemiskinan,kebodohan,dll.dalam kondisi yang relatif tradisional,masyarakat mudah mengikuti apa kata pemimpinnya.
Menghadirhan demokrasi dalam waktu cepat bukanlah perkara mudah.karena itu,sambil menunggu wujudnya nilai-nilai dan budaya demokrasi kita bisa memilih pemimpin yang baik dan tepat.Abaikan segala perbedaan dan kelemahan yang bersifat teknis,tapi fokus pada ekonomi dan kepemimpinhannya.Senyanpang pekilu dan filkada bersifat langsung,kita sebagai rakyatadalah penentunya.kita butuh pemimpin yang berpijakpada bumi indonesia.
NIM:1210201115
Jurusan:KI-B-
Sopir angkot berantem dengan sopir omprengan,advokat peradi berkelahi dengan advokat KAI,dll.itulah wajah indonesia akhir-akhir ini.kita bukan hendak menebarkan aura pesimisme,tapi mengajak kita semua untuk menerima fakta di depan mata kita.mengabaikan semua itu dengan terus meniup-niupkan segala yang optimistis bisa terjebak pada kepalsuan dan menghindar dari kenyataan.Memeng kita tak boleh larut dalam pesimidme,tapi kita harus menyelesaikannya bukan seolah-olah tak ada masalah.
Apa sebetulnya yang terjadi pada bangsa ini?kosongnya kepemimpinan?Kita melihat semua itu memberikan sumbangan terhadap keruwetan yang kita hadapi saat ini.setidaknya kita hatus selalu berikhtiar bahwa di sisi sana ada titik terang.
Mentasnya negara-negara berkembang selalu di picu oleh hadirnya seorang pemimpin yang baik dan tepat.Dia bisa menghela bandsanya untik melangkah.melampaui segala keterbatasan yang membelit negerinya.melalui visi dan kepemimpinannya,ia bisa mendobrak segala kegelapan.
Mengapa di negara berkembang kepemimpinan itu lebih utama?karana,tatanan nagara-negara berkekbang yang rata-rata sebagai negara pascakolonial di hadapkan pada kendala,kemiskinan,kebodohan,dll.dalam kondisi yang relatif tradisional,masyarakat mudah mengikuti apa kata pemimpinnya.
Menghadirhan demokrasi dalam waktu cepat bukanlah perkara mudah.karena itu,sambil menunggu wujudnya nilai-nilai dan budaya demokrasi kita bisa memilih pemimpin yang baik dan tepat.Abaikan segala perbedaan dan kelemahan yang bersifat teknis,tapi fokus pada ekonomi dan kepemimpinhannya.Senyanpang pekilu dan filkada bersifat langsung,kita sebagai rakyatadalah penentunya.kita butuh pemimpin yang berpijakpada bumi indonesia.
Senin, 18 Oktober 2010
TINGGALKAN BANGKAI ITU
Satu masalah wahai saudara-saudaraku andaikan kita timbang dunia ini Subhanallah akan kita dapati betapa remehnya, betapa sedikitnya dan betapa tiada berartinya. Tiadalah dunia itu melainkan seperti bangkai yang terselubung dengan manik permata, gerombolan anjing menyelek disekitarnya dan semuanya bermaksud menariknya, jika engkau menjauhinya maka selamatlah engkau dari pertanyaan pemiliknya dan jika engkau menariknya maka engkau akan bersaing dengan anjing-njing itu untuk memperebutkannya.
Oleh karenanya biarkan anjing-anjing itu bertengkar memperebutkanya, saya akan memberikan perumpamaan dunia disisi Rabb kita kepada kalian dan bagi Allah lah permisalan yang tinggi. Jika kamu makan daging maka yang tersisa adalah tulangnya, tulang itu kamu lemparkan keluar pintu rumah lalu tulang-tulang itu menjadi rebutan anjing. Adapun yang mendapatkan tulang besar katakanlah dia menjadi kepala daerah atau mentri dan perdana mentri, dan yang mendapat tulang kecil katakanlah menjadi tukang sapu atau juru tulis dlam perusahaan atau orang miskin. Lelah bekerja dari pagi hingga petang untuk mendapatkan maknan tulang yang di dapatnya kecil tidak cukup untuk menutup keperluannya. Demikianlah permisalan dunia di sisi Allah dan Allah mempunyai permisalan yang maha tinggi, Allah melemparkan tulang-tulang itu (dunia) kepada kawanan anjing, ada anjing yang mendapat bagian tulang besar dan ada anjing yang mendapat bagian kecil.
Andaikan dunia ini sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah niscaya dia tidak akan memberikan kepada orang kafir seteguk airpun dari padanya.
Suatu ketika umar bin khattab berkunjung ke rumaah Rasulullah SAW, saat itu beliau sedang bertelekan di atas tikar anyaman , ketika bangun Umar melihat tikar anyaman itu membekas di pinggangnya, maka menangislah Umar, dia berkata “wahai Rasulullah engkau seperti ini keadaanmu sementara kaisar dan kisra berbaring di atas ranjang yang empuk.” Beliau berkata kepada umar “apakah ada sesuatu yang membutmu ragu atasku wahai Umar? Ketahuilah mereka adalah orang-orang yang di segerakan kenikmatan mereka di dalam kehidupan dunia.
Sebagaimana firman Allah:”dan ingatlah hari ketika orang-orang kafir di hadapkan ke neraka kepada mereka dikatakan ‘kamu telah menghabiskan kenikmatanmu dalam kehidupanmu di dunia dan kau telah bersenang senang denganya maka pada hari ini kamu di balas dengan adzab yang menghinakan , karena kamu telah menyombongkan diri dimuka bumi tanpa alasan yang benar dan karena perbuatan pasik yang pernah kamu lakukan. (QS AL-AHQAAF:20)
Jadi apa sekarang yang membedakan antara orang Afghan termiskin dan orang Amerika terkaya di Florida ? Perbedaanya hanyalah yang satu bisa makan daging dengan geretan yang bersar dan yang lain hanya bisa makan daging dengan geretan yang kecil. Yang ini bisa tidur dengan tenang dan yang itu senantiasa gelisah, tertekan dan bergoncang jiwanya.
Pokok permasalahanya ialah bahwa dunia yang kini kita tinggalkan tidak bernilai sama sekali di sisi Allah walau sebesar sayap nyamuk, dan menurut sabda nabi Saw tidak sebanding dengan bangkai anak kambing.
MENCINTA DAN MEMBENCI DALAM ISLAM
NAMA : NURIMAN
NIM : 1210201079
KELAS : KI/B 1
NIM : 1210201079
KELAS : KI/B 1
Islam adalah satu-satunya agama keselamatan dan satu-satunya agama kebenaran yang diridhai, Allah SWT. menunjukan serta mengarahkan kepada setiap pemeluknya untuk senantiasa mengamalkan ajaranNya dalam seluruh kehidupan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Qs.Al-Baqarah 208 :إ
208.”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”
Berdasarkan ayat diatas seorang muslim hendaklah berperilaku dan memiliki pola pikir yang sesuai dengan ajaran Islam. segala apapun yang dilakukan dan difikirkan oleh seorang muslim hendaklah berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.
Namun, untuk dapat mengamalkan atau merealisasikan hal tersebut bukanlah hal yang mudah, apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini.
Jika kita perhatikan pada zaman modern ini, cinta, loyalitas dan benci itu direalisasikan dengan cara yang salah, dan ironisnya tidak sedikit umat muslim yang melakukan hal tersebut padahal Allah SWT dan Rasulnya telah mengabarkan kepada kita sebagai umatnya didalam Al-Quran dan Hadistnya .
Allah SWT telah menerangkan didalam Q. S. Ali Imran 118 :
“Wahai Orang – Orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercaya’an orang – orang yang diluar kalangan (Agama) kalian karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemadharatan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi, sungguh telah kami terangkan kepada kalian ayat-ayat kami jika kalian memahaminya.”(Fadli Abdurahman, et-al., 2006:65)
Berdasarkan ayat diatas bahwasanya kepada siapakah kita harus mencintai dan membenci. Allah telah menjelaskan objek-objek yang harus kita cintai , dan objek-objek yang harus kita benci, Begitupun Rasulullah saw telah menjelaskan di dalam hadisnya.
Namun kebanyakan orang-orang Muslim pada saat ini seakan akan menutup mata dan buta sehingga mereka tidak bisa melihat dan tidak bisa mengetahui yang mana kawan yang harus di cintainya dan yang mana lawan yang harus di bencinya.
Satu perkara yang paling terang dan masalah paling jelas dari keadaan ini telah kaburnya sikap menutup mata untuk memandang “CINTA dan BENCI”dari masyarakat muslim, ia yang semestinya tegak dan menjadi asas dalam bersikap kini dipahami secara persial, bias atau bahkan terabaikan sama sekali. Maka jadilah permusuhan antara yang seharusnya menjadi sahabat yang bersaudara dan wujudlah pertemanan dengan pihak-pihak yang seharusnya menjadi musuh.
Dan pada keadaan yang lain pandangan kaum Muslimin menjadi kacau, sehingga memandang semua perdamaian itu baik dan keharusan, sedangkan semua permusuhan adalah tercela dan tidak boleh ada, padahal yang diajarkan agama ini tidak demikian “Tidak Semua Permusuhan Itu Buruk dan Tidak Semua Perdamaian Itu Baik, Ada Perdamaian Yang Terlarang Ada Pula Permusuhan yang Justru Diperintahkan dan Di Wajibkan.
Ini semua terjadi dikarenakan kebanyakan orang-orang Muslim salah dalam merealisasikan Cinta, Loyalitas dan Benci yang tidak berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
Namun kebanyakan orang-orang Muslim pada saat ini seakan akan menutup mata dan buta sehingga mereka tidak bisa melihat dan tidak bisa mengetahui yang mana kawan yang harus di cintainya dan yang mana lawan yang harus di bencinya.
Satu perkara yang paling terang dan masalah paling jelas dari keadaan ini telah kaburnya sikap menutup mata untuk memandang “CINTA dan BENCI”dari masyarakat muslim, ia yang semestinya tegak dan menjadi asas dalam bersikap kini dipahami secara persial, bias atau bahkan terabaikan sama sekali. Maka jadilah permusuhan antara yang seharusnya menjadi sahabat yang bersaudara dan wujudlah pertemanan dengan pihak-pihak yang seharusnya menjadi musuh.
Dan pada keadaan yang lain pandangan kaum Muslimin menjadi kacau, sehingga memandang semua perdamaian itu baik dan keharusan, sedangkan semua permusuhan adalah tercela dan tidak boleh ada, padahal yang diajarkan agama ini tidak demikian “Tidak Semua Permusuhan Itu Buruk dan Tidak Semua Perdamaian Itu Baik, Ada Perdamaian Yang Terlarang Ada Pula Permusuhan yang Justru Diperintahkan dan Di Wajibkan.
Ini semua terjadi dikarenakan kebanyakan orang-orang Muslim salah dalam merealisasikan Cinta, Loyalitas dan Benci yang tidak berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
Namun kebanyakan orang-orang Muslim pada saat ini seakan akan menutup mata dan buta sehingga mereka tidak bisa melihat dan tidak bisa mengetahui yang mana kawan yang harus di cintainya dan yang mana lawan yang harus di bencinya.
Satu perkara yang paling terang dan masalah paling jelas dari keadaan ini telah kaburnya sikap menutup mata untuk memandang “CINTA dan BENCI”dari masyarakat muslim, ia yang semestinya tegak dan menjadi asas dalam bersikap kini dipahami secara persial, bias atau bahkan terabaikan sama sekali. Maka jadilah permusuhan antara yang seharusnya menjadi sahabat yang bersaudara dan wujudlah pertemanan dengan pihak-pihak yang seharusnya menjadi musuh.
Dan pada keadaan yang lain pandangan kaum Muslimin menjadi kacau, sehingga memandang semua perdamaian itu baik dan keharusan, sedangkan semua permusuhan adalah tercela dan tidak boleh ada, padahal yang diajarkan agama ini tidak demikian “Tidak Semua Permusuhan Itu Buruk dan Tidak Semua Perdamaian Itu Baik, Ada Perdamaian Yang Terlarang Ada Pula Permusuhan yang Justru Diperintahkan dan Di Wajibkan.
Ini semua terjadi dikarenakan kebanyakan orang-orang Muslim salah dalam merealisasikan Cinta, Loyalitas dan Benci yang tidak berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
Bagaimana mencintai dan membenci dalam Islam ?
Siapakah yang di benci dan dan siapakah yang harus kita cintai? dalam perkara ini, sudah sangat jelas di terangkan di dalam Al-Quran dan Asunnah. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran 118
118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Arti ayat di atas, Allah melarang orang – orang mu’min menjadikan orang – orang kafir, yahudi, nasrani, dan orang – orang yang mengikuti hawa nafsu sebagai orang kepercayaan yang akan menuangkan pemikirannya, merekapun melarang mengamanahkan harta benda pada mereka (selain golongan muslim).
Abu Nuaim dan Al-Khotib meriwayatkan dari Abdullah bin mas’ud RA, Allah SWT telah mewahyukan pada salah seorang nabinya “katakanlah pada pulan yang ahli ibadah, sesungguhnya dengan zuhudnya di dunia ini kamu telah memasukan ketenangan dirimu dan dengan kesetiaanmu padaku kamu talah memperkuat dirimu denganku, maka apakah yang memperkuat dirimu denganku? maka apakah yang kamu kerjakan terhadap segala hal yang menjadi hakku atasmu? Orang ahli ibadah itu bertanya “wahai tuhanku apakah yang menjadi hak mu atas ku? Allah berfirman “ sudahkah kamu memusuhi musuhku dan mengikuti dengan setia orang yang setia padaku”(H.R Thobrani)
Dari firman Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW di atas bahwasanya Allah dan Rasulnya telah melarang kita untuk mencintai dan berloyalitas pada orang – orang kafir, yahudi, nashrani dan orang – orang yang di luar Muslim sebab mereka adalah musuh yang nyata bagi kita dan di dalam hati mereka sesungguhnya telah terdapat kebencian yang sangat besar terhadap kaum muslimin dan kebencian tersebut tidak akan pernah hilang sampai kita mengikuti ajaran mereka (murtad) sebagaimna di jelaskan dalam Q.S Al- Baqarah 120
120. “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
Dalam ayat di atas penulis mengingatkan bahwa sudah saatnya orang-orang muslim membuka mata dan bangun dari tidurnya.
Dan sudah saatnya pula orang-orang muslim menyulut pelita yang telah lama mati, yaitu dengan mengamalkan ajaran Islam serta merealisasikan apa yang di perintahkan oleh Allah dan mengamalkan sunah Rasulullah SAW.
Mestinya seorang Muslim menghayati dan mengkaji perbedaan antara mencinta dan membenci, karena betapa banyak orang Muslim yang masih tidak mengerti tentang hal ini. Perlu diketahui bahwa seorang mu’min wajib untuk dicintai, meskipun dia menzhaliminya sedangkan orang kafir wajib untuk dibenci, meski dia banyak memberimu dan berbuat baik kepadamu, karena Allah SWT. mengutus para Rasulnya dan menurunkan kitabnya agar menjadikan agama ini milik Allah seluruhnya, dengan demikian cinta itu untuk walinya dan benci adalah untuk musuhnya (orang-orang kafir), kemuliaan untuk walinya dan kehinaan untuk musuhnya, serta pahala untuk walinya sedangkan siksa untuk musuh-musuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)