Senin, 27 Desember 2010

artikel fiqh

Nama: Rangga
Nim:121 020 1086

ZAKAT
Di tengah-tengah berbagai krisis yang sedang melanda bangsa kita sekarang ini,sudah seharusnya apabila kita melihat secara lebih saksama dan sungguh-sungguh,ada beberapa jalan keluar yang dikemukakan ajaran Islam untuk mengatasi kritis tersebut dimana ajaran itu kita zakat,infak,dan sedekah secara benar dan bertanggungjawab.
Zakat menurut bahasa artinya suci dari dosa,sedangkan menurut istilah yaitu sejumlah harta tertentu (nisab) yang wajib dikeluarkan sebagian kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat tertentu.
Zakat mulai disyariatkan pada masa ke-Rasulan Nabi Muhammad SAW.Permasalahan zakat mulai muncul saat Rasulullah SAW wafat,dan ketika itu umat Islam dibawah kepemimpinan Khalifah Abu Bakar ash Siddiq.Dikisahkan bahwa pada masa itu terdapat sekelompok orang Islam yang menolak membayar zakat.Dengan komitmen meluruskan ajaran Islam dengan dilandasi kearifan dan ketegasan dari Khalifah Abu Bakar,permasalahan tersebut dapat diatasi oleh Abu Bakar.
Pada masa Khalifah Umar bin Khatab,zakat menjadi sektor penting untuk meningkatkan kesejahteraan kaum muslimin,sekaligus dapat menjadi sarana dakwah Islam yang sangat strategis.Pada masa Khalifah Umar bin Khatab zakat dikelola secara professional.Pada saat itu dibentuk lembaga (departemen) khusus yang menangani zakat,yang disebut baitul mal.Ketika zakat dikelola semacam itu syariat Islam ini dapat membawa perubahannya yang sangat besar dalam tatanan kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan keharmonisan dan rasa keadilan.
Adapun mereka yang berhak menerima zakat adalah mereka yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.Seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran pada surat At-Taubah ayat 60 yang artinya: “sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang miskin,amil zakat,yang dilunakkan hatinya (mualaf),untuk (memerdekakan) hamba sahaya,untuk (membebaskan) orang yang berhutang,untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan,sebagai kewajiban dari Allah Maha Mengetahui,Maha Bijaksana.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa yang berhak menerima zakat ialah: fakir (orang tidak memiliki harta),miskin (orang yang memiliki penghasilan yang tidak mencukupi),panitia zakat (amil),mualaf (orang yang lemah imannya untuk masuk Islam),para hamba sahaya (budak),orang yang memiliki hutang (gharim),orang yahng berjuang di jalan Allah SWT,orang yang sedang melakukan perjalanan (musafir).

Minggu, 26 Desember 2010

Nama :Rima Sari Sopianti
NIM :1210201091
Jurusan :Kependidikan Islam

Efektivitas Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Classroom Management, itu berarti istilah pengelolaan identik dengan manajemen. Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosio-emosional yang positif, serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif dan produktif. Wilford A. Weber mengemukakan bahwa “Classroom management is a complex set of behaviors the teacher uses to establishand maintain classroom conditions that will enable students to achieve their instructional objectives efficiently – that will enable them to learn.” Definisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kelas merupakan seperangkat perilaku yang kompleks

dimana guru menggunakan untuk menata dan memelihara kondisi kelas yang akan memampukan para siswa mencapai tujuan pembelajaran secara efisien.

Lebih lanjut Wilford mengemukakan mengenai pandangan-pandangan yang bersifat filosofis dan operasional dalam pengelolaan kelas:

1) pendekatan otoriter: siswa perlu diawasi dan diatur;

2) pendekatan intimidasi : mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi;

3) pendekatan permisif : memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa;

4) pendekatan resep masakan : mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa yang tidak;

5) pendekatan pengajaran : guru menyusun rencana pengajaran dengan tepat untuk menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan;

6) pendekatan modifikasi perilaku : mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa;

7) pendekatan iklim sosio-emosional : menjalin hubungan yang positif antara guru-siswa ;

8) pendekatan sistem proses kelompok/dinamika kelompok : meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.

Dari kedelapan pendekatan tersebut yang akan mengoptimalisasikan adalah pendekatan modifikasi perilaku, iklim sosio-emosional, dan sistem proses kelompok/dinamika kelompok.

Berdasarkan hal di atas pengelolaan kelas adalah tingkat tercapainya tujuan dari pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan guru dalam menciptakan kondisi kelas adalah melakukan komunikasi dan hubungan interpersonal antara guru-siswa secara timbal balik dan efektif, selain melakukan perencanaan/persiapan mengajar.

Guru sebagai pengelolaan kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pula yang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul; maka dengan tiga pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Guru dalam melakukan tugas mengajar di suatu kelas, perlu merencanakan dan menentukan pengelolaan kelas yang bagaimana yang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kemampuan belajar siswa serta materi pelajaran yang akan diajarkan di kelas tersebut. Menyusun strategi untuk mengantisipasi apabila hambatan dan tantangan muncul agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai.

Pengelolaan kelas akan menjadi sederhana untuk dilakukan apabila guru memiliki motivasi kerja yang tinggi, dan guru mengetahui bahwa gaya kepemimpinan situasional akan sangat bermanfaat bagi guru dalam melakukan tugas mengajarnya.

Dengan demikian pengelolaan kelas tidak dapat terlepas dari motivasi kerja guru, karena dengan motivasi kerja guru ini akan terlihat sejauhmana motif dan motivasi guru untuk melakukan pengelolaan kelas, sedangkan dengan gaya kepemimpinan guru yang tepat yang digunakan dalam pengelolaan kelas akan mengoptimalkan dan memaksimalkan keberhasilan pengelolaan kelas tersebut.

2. Hakekat Motivasi

Abraham H. Maslow dengan teori motivasi-nya mengemukakan ada lima tingkatan kebutuhan manusia secara berjenjang :

1) phisik : sandang, pangan,dan papan;

2) rasa aman dan jaminan : tidak ada kekawatiran akan dikeluarkan dari tempat kerja sewaktu-waktu;

3) kasih sayang dan kebersamaan;

4) penghargaan dan pengakuan dan;

5) aktualisasi diri.

Dikatakan bahwa pada umumnya kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya akan muncul setelah kebutuhan pada tingkatan sebelumnya terpenuhi/terpuaskan. David Mc. Clelland dengan Three N yaitu :

1) needs for achievement;

2) needs for power;

3) needs for afiliation.

Orang butuh berprestasi, kekuasaan dan afiliasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan manusia yang nyata, yang dapat dibedakan dengan yang lain, dan memerlukan motivasi yang cukup tinggi.

Frederik Herzberg menjelaskan bahwa ada faktor motivator yang bersifat langsung dan ada faktor hygiene yang bersifat tidak langsung, yang berkaitan dengan motivasi. Faktor-faktor motivator antara lain prestasi, pengakuan, tanggungjawab. Faktor-faktor hygiene antara lain kebijakan organisasi, pengawasan, gaji, hubungan interpersonal, dan kondisi kerja. Maslow mengidentifikasi kebutuhan atau motif yang ada pada seseorang dalam melakukan kegiatan, sedangkan Herzberg menitikberatkan pada kepuasan kegiatan (prestasi) yang akan memotivasi seseorang dalam melakukan kegiatannya. Kebutuhan penghargaan, pengakuan, aktualisasi diri pada hiarki Maslow merupakan faktor motivatornya Herzberg, sedangkan kebutuhan fisiologi, rasa aman dan jaminan, cinta kasih dan kerbersamaan, serta sebagian kebutuhan penghargaan dan pengakuan pada hiarki Maslow, identik dengan faktor hygiene-nya Herzberg. Berdasarkan kajian teori yang berkaitan dengan motivasi, peneliti mendefinisikan motivasi adalah dorongan yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dorongan ini muncul dikarenakan adanya kebutuhan, dan peneliti sependapat dengan kebutuhan dan tingkatan kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham H. Maslow, David Mc. Clelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi, faktor internal ataupun faktor eksternal.

Keberhasilan pengelolaan kelas bergantung pada motivasi guru, artinya guru yang memiliki motivasi yang tinggi akan dapat mengelola kelas dengan baik dan tepat. Mengelola kelas itu sendiri bukanlah tujuan utama dari setiap guru, akan tetapi apabila guru dapat mengelola kelas dengan baik, maka kegiatan belajar mengajarnya akan berjalan baik dan siswa-siswa-nya akan berprestasi tinggi. Mengelola kelas merupakan sarana/alat untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan belajar mengajar.

Tujuan guru pada dasarnya adalah bagaimana guru dapat mentransfer materi pelajaran dengan baik, sehingga siswa dapat mengerti dan menerima materi pelajaran yang diajarkan. Mencermati teori kebutuhan Abraham Maslow, teori kebutuhan berprestasi David Mc. Clelland, teori ekspektansi Victor H. Vroom, maka motivasi guru menjadi dasar pertama untuk keberhasilan guru dalam mengelola kelas. Guru yang puas dengan apa yang diperoleh atau apa yang dapat dicapai dari hasil dan lingkungan kerja akan dapat berperan banyak dibandingkan dengan guru yang memiliki motivasi rendah. Disadari atau tidak, motivasi kerja guru akan mempengaruhi perilaku guru dalam melakukan tugas pekerjaannya. Guru yang pertama-tama memikirkan mengenai penghasilan/gaji akan memandang pekerjaannya sebagai sarana untuk mendapatkan uang, dan sekolah merupakan organisasi yang menjamin kesejahteraan guru. Guru akan cenderung agar sekolah menerima siswa baru dengan memperhatikan kemampuan ekonomi siswa/orang tua siswa. Guru akan berupaya untuk memberikan pelajaran tambahan sebanyak mungkin pada siswa agar mendapatkan tambahan honor sebagaimana diharapkan. Guru juga akan mengajar di banyak sekolah agar mendapat penghasilan tambahan.

Akibat perilaku guru seperti itu, guru tidak akan sempat mempersiapkan pelajarannya dengan baik atau memeriksa tugas siswa satu per satu; guru hanya akan mengajar dengan metode mengajar yang mudah dilakukan baginya tanpa memperhatikan apakah siswa-siswanya dapat mengerti materi pelajaran yang diajarkannya. Sebaliknya guru yang menaruh perhatian pada perkembangan siswa, akan berupaya menyumbangkan segala kemampuannya untuk kepentingan siswa. Guru berupaya membantu siswa yang mempunyai kemapuan belajar yang rendah. Guru akan menggunakan berbagai metoda mengajar agar siswa dapat mengerti materi pelajaran yang diajarkannya. Guru tersebut akan mempunyai kreativitas yang tinggi; mau mengorbankan waktunya agar siswa bisa berprestasi. Guru akan merasa puas apabila siswa berhasil dengan baik.

Kedua perilaku guru yang digambarkan tidak terlepas dari motivasi yang dimiliki guru. Guru yang satu mempunyai motivasi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan guru yang lain mempunyai motivasi yang tinggi, bukan untuk kepentingan diri guru itu sendiri, melainkan untuk kepentingan siswa, untuk kepentingan proses belajar mengajar yang dilakukannya agar siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkannya, dapat mengembangkan potensi dirinya, dapat mempunyai wawasan yang luas dan berprestasi tinggi. Guru yang memiliki motivasi yang tinggi dan tidak hanya untuk kepentingan dirinya, akan dapat melakukan pengelolaan kelas dengan tepat. Guru tersebut akan menaruh perhatian bagi siswa dan kelasnya. Guru akan melakukan yang terbaik bagi siswa. Dalam mentransfer materi pelajaran pada siswa, guru akan mempelajari dan mengatur kelas sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik. Guru akan mencermati kemampuan para siswa satu per satu, sehingga guru mengetahui kemampuan siswa pada tingkatan rendah, sedang atau tinggi. Dengan demikian guru akan menentukan siswa-siswa yang mana, yang perlu mendapat bimbingan yang banyak; guru dapat menentukan metoda mengajar atau media pembelajaran yang harus digunakan. Guru akan menentukan berapa banyak tugas yang perlu diberikan. Hubungan yang bagaimana yang perlu dilakukan guru dengan siswa, agar kesulitan belajar siswa dapat teratasi; motivasi belajar siswa terus meningkat. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja guru ada hubungan dengan efektivitas pengelolaan kelas. Makin tinggi motivasi kerja guru, makin tinggi efektivitas pengelolaan kelas yang dapat dicapai. Demikian pula motivasi kerja guru ada hubungannya dengan gaya kepemimpinan guru dalam arti guru yang memiliki motivasi kerja tinggi, akan berupaya untuk melakukan berbagai strategi untuk keberhasilan PBM-nya termasuk untuk menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat.

3. Hakekat Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan diartikan sebagai pola tindak seseorang dari seorang pemimpin sebagai ciri kepemimpinannya. Definisi kepemimpinan hampir sama banyaknya dengan jumlah orang yang mencoba mendefinisikan konsep tersebut antara lain :

- Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas- aktivitasnya suatu kelompok ke tujuan yang ingin dicapainya bersama.

- Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

Gaya kepemimpinan akan menentukan sejauhmana efektivitas kepemimpinan, karena seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang tepat, akan dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan kepemimpinannya. Para pakar manajemen mendekati konsep efektivitas kepemimpinan dari segi sikap perilaku pemimpin, dengan anggapan bahwa kemampuan untuk membangkitkan, menggerakkan, dan mengarahkan orang-orang yang dipimpin, agar mengikuti kemauan pemimpinnya tergantung pada gaya kepemimpinan dari pemimpin tersebut. Lebih lanjut dikemukakan bahwa gaya kepemimpian yang berdasarkan pada kewenangan yang dimiliki seorang pemimpin dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu :

1) Gaya kepemimpinan autokratik (otoriter);

2) Gaya kepemimpinan demokratik atau partisipatif dan;

3) Gaya kepemimpinan bebas (laissez faire atau free rein)

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada satu gaya pun yang paling tepat yang dapat mengatasi permasalahan yang muncul dalam berbagai situasi yang berbeda. Pendekatan situasional merupakan alternatif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang berbeda-beda. Kepemimpinan situasional menjelaskan bagaimana seseorang berperilaku. Peneliti pada Ohio States Leadership Studies, Ralph Stodgill mendefinisikan kepemimpinan sebagai perilaku individu ketika mengarahkan aktivitas suatu kelompok untuk mencapai tujuan, terdiri dari :

1) initiating structure : perilaku pemimpin yang berorientasi tugas dan;

2) consideration : perilaku pemimpin yang berorientasi hubungan.

Seorang pemimpin yang berorientasi tugas akan mempunyai kecenderungan berperilaku untuk menginformasikan apa yang diharapkan dari mereka; memberikan tugas-tugas secara khusus; mengarahkan dan membantu pengikutnya menyelesaikan tugas-tugas yang harus diselesaikan; minta anggota kelompoknya untuk mengikuti standar peraturan dan ketentuan.

Seorang pemimpin yang berorientasi hubungan akan mempunyai kecenderungan berperilaku untuk menyediakan waktu, mendengarkan anggota kelompoknya, menaruh perhatian pada permasalahan yang dikemukakan, ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik; bersikap ramah dan bersahabat. Gaya kepemimpinan seseorang adalah pola perilaku seseorang ketika mencoba mempengaruhi aktivitas yang dilakukan. Gaya kepemimpinan seseorang merupakan kombinasi perilaku yang berorientasi tugas dan perilaku yang berorientasi hubungan.

Secara sederhana perilaku tugas diartikan luasnya kesempatan atau banyaknya waktu serta tindakan yang dipergunakan seorang pemimpin sebagai dasar dalam melakukan aktivitasnya dengan melakukan komunikasi satu arah dalam kerangka memberi penjelasan, instruksi atau petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan, dimana, kapan, dan bagaimana melakukannya serta dengan cara apa tugas-tugas dapat diselesaikan. Sedangkan perilaku hubungan diartikan luasnya kesempatan atau banyaknya waktu serta tindakan yang dipergunakan pemimpin sebagai dasar melakukan komunikasi dua arah dalam kerangka memberikan dukungan sosio-emosional, pengaruh-pengaruh psikologis serta kesempatan yang diberikan kepada para anggota/pengikut untuk berpartisipasi dan berinisiatif. Siswa sebagai subjek pendidikan dalam PBM, dapat dipastikan mempunyai kemampuan dan karakter yang berbeda-beda, karena mempunyai tingkat kematangan yang berbeda.

Gaya kepemimpinan guru adalah pola tindakan yang dilakukan guru, yang disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan siswa. Pola tindakan yang perlu dimiliki guru adalah pola tindak yang berorientasi pada tugas, dan yang berorientasi pada hubungan. Pola tindakan yang berorientasi pada tugas bertujuan untuk membantu siswa terutama yang mempunyai kemampuan melakukan tugas rendah, agar dapat menyelesaikan tugas dengan benar. Pola tindak yang berorientasi pada hubungan bertujuan untuk mengkondisikan situasi kelas/belajar mengajar (memotivasi atau menstimulasi atau mempengaruhi), agar tugas/kegiatan guru dan siswa dapat dilakukan dengan tepat.

4. Kerangka Berpikir

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan gaya kepemimpinan yang perlu dimiliki guru adalah gaya kepemimpinan situasional, artinya seorang guru perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan suatu gaya kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan kelas dalam melaksanakan PBM.

Gaya kepemimpinan ini akan menentukan efektivitas dan efisiensi kepemimpinan seseorang. Pengelolaan kelas yang berhasil dengan baik akan ditentukan pula oleh kepemimpinan dan gaya kepemimpinan guru yang mengelola kelas tersebut. Kepemimpinan dan gaya kepemimpinan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Selain faktor motivasi kerja guru, faktor lain yang ada pada pribadi guru dan ikut menentukan efektivitas pengelolaan kelas yaitu gaya kepemimpinan guru. Gaya kepemimpinan adalah bagian dari kepemimpinan seorang guru yang disadari atau tidak, dimiliki oleh guru tersebut. Gaya memimpin kelas memberikan bobot tersendiri bagi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, dalam mentransfer materi pelajaran pada siswa. Kemampuan siswa akan menentukan apa yang harus dilakukan guru agar materi pelajaran yang diajarkan dapat diterima, dipahami siswa, serta tujuan pengajaran dapat dicapai. Kemampuan siswa diistilahkan oleh Hersey & Blanchard sebagai tingkat kematangan siswa, yaitu : rendah, moderat, dan tinggi. Masing-masing tingkat kematangan ini memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Kesiapan/kondisi kemampuan siswa yang tidak sama satu dengan yang lain merupakan faktor yang nyata ada dalam kelas dan tidak bisa dihilangkan. Oleh karena itu pengelolaan kelas yang harus dilakukan guru, salah satunya untuk mengatasi hal tersebut, dan siswa tetap dapat menerima materi pelajaran serta berprestasi.

Pengelolaan kelas memiliki fungsi yang jelas. Tujuan pengelolaan kelas yaitu menciptakan dan menjaga kondisi kelas agar PBM dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan sasarannya. Artinya upaya yang dilakukan oleh guru, agar siswa-siswa yang kemampuannya tidak semuanya sama, dapat mengikuti dan menguasai materi pelajaran yang diajarkan guru. Kepemimpinan situasional dengan gaya kepemimpinan situasionalnya yang dimiliki guru merupakan solusi untuk keberhasilan pengelolaan kelas yang efektif. Guru akan selalu mempelajari kondisi siswa di kelas tempat guru tersebut mengajar, dan menentukan apa yang harus dilakukan oleh guru, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan tujuan pengajaran tercapai. Menurut Hersey & Blanchard, perilaku tugas dan perilaku hubungan akan mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut.
Nama : Rima Sari Sopianti
NIM : 1210201091
Jurusan : Kependidikan Islam

TRAGEDI BINTARO

TABRAKAN maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu lalu mengingatkan masyarakat akan peristiwa semacam pada 1987. Saat itu, 19 Oktober 1987, KA 225 (Rangkasbitung-Jakarta Kota) yang dimasinisi Slamet Suradio bertabrakan secara frontal dengan KA 220 (Tanah Abang-Merak) di kawasan Bintaro, Tangerang.
Akibatnya, 156 orang tewas mengenaskan dan sekitar 300 korban lain mengalami luka-luka. Tragedi Bintaro itu dinilai sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

Slamet lalu ditetapkan sebagai salah seorang tersangka dalam insiden tersebut. Dia akhirnya divonis lima tahun penjara. Dia dianggap bersalah. Selain Slamet menjalani hukuman di balik terali besi, karir sebagai masinis langsung mandek. Dia diberhentikan dari pekerjaan itu. Setelah menuntaskan hukuman, dia memilih pulang ke kampung halaman di Purworejo.

Slamet kini tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan Kidul, RT 02/RW 02 Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Dia menghabiskan sisa hidupnya dalam kemiskinan dengan berjualan rokok eceran di rumah itu.

“Hingga kini saya masih sering trauma dan miris jika mendengar kabar kecelakaan kereta api. Sebagai mantan masinis, saya bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh seorang masinis yang mendapatkan musibah hebat seperti itu,” kenang dia.

Saat ditemui Radar Jogja (Grup JPNN) di rumah tersebut, lelaki lanjut usia itu masih mampu mengingat dengan jelas detail tragedi Bintaro yang melibatkan dirinya. Slamet mengisahkan, tragedi Bintaro terjadi Senin Pon, 19 Oktober 1987, pukul 07.30. Saat kejadian, Slamet berada di lokomotif KRD 225.

Di depannya, di rel yang sama, muncul KA 220 yang melaju dari Tanah Abang menuju Merak. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Slamet saat maut berada di depan matanya. Dia hanya mampu mengucapkan astagfirullahaladzim berulang-ulang sambil mencoba sekuat tenaga mengerem dan membunyikan “klakson” kereta.

Slamet baru tersadar ketika sudah berada di ruang ICU RS Kramat Jati dengan luka-luka di sekujur tubuh. Kaki kanannya patah. Kulit pinggulnya sobek. Selain itu, semua giginya rontok gara-gara terhantam handle rem kereta. Begitu tabrakan terjadi, tubuh Slamet terlempar hingga belakang jok masinis.

“Saya melihat sinyal aman ketika memasuki halte Pondok Bitung. Namun, secara bersamaan, dari arah berlawanan tiba-tiba muncul KA 220, lalu derrr…! Tabrakan maut itu tidak bisa terhindarkan,” tutur dia.

Kecepatan kereta yang dikemudikan oleh Slamet saat itu sekitar 40 km/jam. “Saya langsung tidak sadar dengan luka-luka di banyak bagian. Saya baru sadar ketika berada di rumah sakit,” ungkap pria yang pernah tercatat sebagai pegawai negeri sipil dengan NIP 120033237 itu.

Selaku mantan masinis, Slamet secara gamblang bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh masinis KA Argo Bromo Anggrek M. Halik Rusdianto, yang bernasib serupa dengannya. “Dalam setiap kecelakaan KA, masinis selalu menjadi kambing hitam utama. Pertimbangannya, perannya sangat vital. Saya yakin bahwa Pak Halik pasti mendapatkan interogasi panjang setelah kejadian,” tuturnya.

Untuk itu, Slamet berpesan kepada Halik untuk menceritakan apa adanya. “Setahu saya, seorang masinis baru menjalankan kereta atau memasuki stasiun ketika ada sinyal aman dari petugas pemberitahuan tentang persilangan (PTP),” tambah dia.

“Jika itu yang terjadi di Petarukan, Pemalang, secara pribadi saya tidak terima kalau masinis dikambinghitamkan. Jika diminta menjadi saksi ahli dalam sidang nanti, saya bersedia,” ungkap bapak yang ke mana-mana selalu membawa surat-surat penting kenangannya selama menjadi masinis dan dokumen proses peradilan yang menjadikannya terdakwa dalam tragedi Bintaro itu.

MENCARI Slamet Suradio di Purworejo memang tidak mudah. Radar Jogja (Grup JPNN) tak punya alamat detail rumahnya. Bahkan, nama masinis yang pernah menggemparkan Indonesia itu tidak terdata di PT KA (Kereta Api) Kutoarjo.

Petugas di Stasiun Besar Kutoarjo malah terkejut saat diberita tahu bahwa masinis KA 225 (Rangkasbitung-Jakarta) yang terlibat tabrakan dengan KA 220 (Tanah Abang-Merak) dan menewaskan 156 orang itu tinggal di Purworejo.

Alamat Slamet akhirnya ditemukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purworejo. Slamet Suradio tercatat sebagai warga RT 01, RW 02, Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo.

Saat didatangi di rumahnya Senin (4/10), laki-laki yang oleh warga sekitar lebih akrab disapa Slamet Bintaro itu sedang tidak ada. Rumahnya sepi. Tetangganya memberi tahu bahwa Slamet sedang berjualan rokok keliling di perempatan besar dekat BRI Cabang Kutoarjo (bukan berjualan rokok di rumah seperti diberitakan kemarin, Red).

Tapi, ketika pangkalan Slamet didatangi, bapak tiga anak itu ternyata sudah pergi. “Wong, barusan dia di sini. Mungkin masih di sekitar sini saja,” kata seorang tukang becak.

“Lha itu” orang yang pakai baju biru berjalan ke timur. Ya, itu Slamet Bintaro,” tambah si tukang becak sambil menunjuk ke arah pria gaek yang berjalan sambil membawa kotak rokok di dadanya.

Slamet yang mengenakan baju biru lusuh dan topi biru berjalan di trotoar dengan tertatih-tatih. Di pundaknya tergantung tas berisi beberapa bungkus rokok yang dijual keliling. Dia kaget ketika disapa dengan nama “Slamet Bintaro”.

Namun, setelah diajak makan di sebuah warung, dengan antusias Slamet menceritakan tragedi kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin Pon, 19 Oktober 1987, pukul 07.30 tersebut. Tabrakan frontal dua KA itu dianggap sebagai kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Selain menewaskan 156 orang, tabrakan tersebut melukai sekitar 300 penumpang lainnya.

Dalam kasus itu, Slamet akhirnya dihukum lima tahun penjara. Begitu bebas dari Lapas Cipinang pada 1993, Slamet masih boleh ngantor, meski hanya disuruh apel pagi. Namun, pada 1994, dia diberhentikan dengan tidak hormat. Secara otomatis dia tidak mendapatkan uang pensiun. Padahal, Slamet mulai mengabdi di PJKA (kini PT KA, Red) sejak 1964 dan mulai 1971 menjadi masinis.

“Pengabdian saya selama puluhan tahun seperti tidak berarti,” ujar suami Tuginem, 45, itu dengan nada kelu. Tuginem merupakan istri kedua Slamet. Istri pertamanya, Kasmi, kawin lagi dengan masinis kawan Slamet ketika laki-laki berkulit hitam legam itu menjalani hukuman di Lapas Cipinang.

Slamet kemudian membongkar isi tas cangklongnya. Selain rokok, ternyata Slamet ke mana-mana membawa “surat-surat penting” yang menjadi saksi bisu pengabdian dirinya sebagai masinis. Di antaranya, surat tanda pengenal masinis dan surat pemberhentian dirinya oleh Kementerian Perhubungan.

Dia tampak terluka. Selain merasa menjadi kambing hitam dalam tragedi Bintaro, dia mendapatkan tekanan dari mana-mana. Dia menjalani pemeriksaan yang melelahkan dan membuatnya stres.

Dia juga tiga kali pindah rumah sakit saat menjalani pengobatan luka-luka akibat kecelakaan itu. Pertama, dia dirawat di RS Pelni Jakarta. Namun, lantaran mendapat teror dari massa “korban Bintaro”, Slamet kemudian diamankan dan dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo, sebelum dipindah lagi ke RS Kramat Jati.

Di ICU RS Kramat Jati, Slamet dirawat tiga bulan. Selama menjalani perawatan itu, dia masih sering dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. “Bahkan, saya pernah diinterograsi dengan todongan pistol agar mengakui apa yang tidak saya lakukan. Namun, saya tetap kukuh karena saya menjalankan kereta setelah mendapat sinyal aman ketika masuk Bintaro. Saya sempat bilang, tembak saja Pak. Saya rela mati karena saya merasa tidak melakukan kesalahan,” paparnya mengenang.

Meski demikian, Slamet Bintaro tetap menjadi terdakwa. Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat itu menuntut Slamet dengan hukuman 14 tahun penjara. Namun, hakim menjatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Setelah bebas dari Lapas Cipinang, Slamet Bintaro pulang ke kampung halaman, menemani istrinya yang bekerja sebagai buruh dan perajin emping. Slamet memilih berprofesi menjadi pengasong rokok keliling untuk mengisi hari-harinya.

Di perempatan BRI Kutoarjo yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Kutoarjo, saban hari dia dia menghabiskan waktu bersama para tukang becak dan tukang ojek yang mangkal di situ.

“Yang penting, pekerjaan saya halal. Saya tidak mencuri dan korupsi,” tutur Slamet yang sehari rata-rata hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 5.000.

Sabtu, 25 Desember 2010

NAMA : Rahmatia daing ruka
NIM : 1210201084

Apa Yang Menghalangimu Untuk Belum Berhijab Wahai Saudariku


Hijab adalah pakaian wanita muslim yang menutup bagian kepala sampai dengan kaki (termasuk didalamnya jilbab/tudung dan pakaian yang longgar tidak memperlihatkan lekuk tubuh). Bagi orang awam, masalah hijab mungkin dianggap masalah sederhana. Padahal sesungguhnya, ia adalah masalah besar. Karena ia adalah perintah Allah SWT yang tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar. Ketika Allah SWT memerintahkan kita suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu adalah untuk kebaikan kita dan salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.

Seperti firman Allah SWT: "Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak digangguĂ‚”.(QS. Al Ahzab:59)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, diatas kepala mereka (terdapat suatu) seperti punuk onta yg lemah gemulai. Laknatlah mereka! Sesunggunya mereka adalah wanita -wanita terlaknat."(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad(2/33))

Sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga pernah bersabda: “Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu seperti orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yg berpakaian (tetapi ) telanjang, bergoyang berlenggak lenggok, kepala mereka (ada suatu) seperti punuk unta yg bergoyang goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."(HR. Muslim, hadits no. 2128).

Dimasa kini banyak alasan atau sebab yang sering dijadikan alasan mengapa para wanita enggan untuk berhijab, diantaranya:

1. Belum mantap
Bila ukhti/saudari berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Selagi masih dalam perintah manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerimanya. Tapi bila perintah itu dari Allah SWT tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan saya belum mantap, karena bisa menyeret manusia pada bahaya besar yaitu keluar dari agama Allah SWT sebab dengan begitu ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut.

Allah SWT berfirman Allah: "Dan tidak patut bagi lelaki mukmin dan wanita mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah SWT dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

2. Iman itu letaknya di hati bukan dalam penampilan luar
Para ukhti/saudari yang belum berhijab berusaha menafsirkan hadist, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.”(HR. Muslim, Hadist no. 2564 dari Abu Hurairah).

Tampaknya mereka menggugurkan makna sebenarnya yang dibelokkan pada kebathilan. Memang benar Iman itu letaknya dihati tapi Iman itu tidak sempurna bila dalam hati saja. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan diri dari Neraka dan mendapat Surga. Karena definisi Iman Menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah: "keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pelaksanaan dengan anggota badan". Dan juga tercantum dalam Al-Quran setiap kali disebut kata Iman, selalu disertai dengan amal, seperti: "Orang yg beriman dan beramal shalih....". Karena amal selalu beriringan dengan iman, keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Allah belum memberiku hidayah
Ukhti/saudari yang seperti ini terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Karena bila orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang lain mendo'akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan sebab-sebab yang bisa mengantarkannya sehingga mendapatkan hidayah tersebut. Seperti firman Allah SWT: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.Ă‚” (QS. Ar-Ra'd: 11).

Karena itu wahai uhkti/saudari, berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya Anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah SWT. Diatara usaha itu adalah berdo'a agar mendapat hidayah, memilih kawan yang shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti majelis dzikir dan ceramah agama dan lainnya.

4.Takut tidak laku nikah
Syubhat ini dibisikkan oleh setan dalam jiwa karena perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan untuk menikah kecuali jika dia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Meskipun kecantikan merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan satu-satunya sebab dinikahinya wanita.

Rasulullah Shallallahu Ă‚‘Alaihi Wasallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal; yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yg berpegang teguh dengan agama,(jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu". (HR. Al Bukhari, kitaabun nikah,9/115).

5. Ia masih belum Dewasa
Sesungguhnya para wali, baik ayah atau ibu yang mencegah anak puterinya berhijab, dengan dalih karena masih belum dewasa, mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dihadapan Allah SWT pada hari Kiamat. Karena menurut syariat ketika seorang gadis mendapatkan Haidh, seketika itu pula ia wajib untuk berhijab.

6. Orang tuaku dan suamiku melarang berhijab
Dasar permasalahan ini adalah bahwa ketaatan kepada Allah SWT harus didahulukan daripada keta’atan kepada mahluk siapa pun dia. Seperti dalam hadits shahih disebutkan:

"sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan."(HR. Al Bukhari dan Muslim). Dan sabda Rasul dalam hadist lainnya: "Dan tidak boleh ta'at kepada mahluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada Al-Khaliq." (HR. Imam Ahmad, hadits ini shahih).

Maka dari itu wahai ukhti yang belum berhijab, semoga tulisan ini mejadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yg tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhwat yang belum menta’ati perintah berhijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah SWT.
Nama :Zulfa Dzakiyah Smt/kelas:1/KI.B
Nim :1210201114
Shalat berjama’ah seringkali dianggap remeh dan tidak begitu penting, mengingat melakukan shalatnya-lah yang lebih wajib. Padahal telah jelas dalam nash Qur’an ataupun hadis bahwasanya Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berjamaah dalam menjalankan perintah-Nya. Allah berfirman dalam surat Ash-Shaff ayat 2:


“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
Sedangkan dalam konteks shalat berjamaah Rasulullah saw. bersabda, ”Kebaikan shalat berjamaah itu melebihi shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (Riwayat Bukhari Muslim dari ibnu Umar).
Bahkan untuk menggambarkan tentang keutamaan shalat berjama’ah, Islam mensyariatkan shalat Juma’t yang menurut sebagian ulama jumlah makmumnya tidak boleh kurang dari 40 orang.
Sudah selayaknya, di lingkungan civitas akademika perguruan tinggi Islam, kedisiplian dalam melaksanakan shalat berjama’ah dijaga dengan baik. Hal ini adalah tugas setiap elemen civitas akademika, baik itu mahasiswa, dosen, maupun staff kampus. Semua harus bisa kompak dalam melaksanakannya. Sehingga akan tercipta keharmonisan dalam lingkungan kampus, kesan yang baik terhadap lingkungan luar sekitar kampus, dan bahkan sebagaimana dijelaskan firman Allah di atas, dapat menjadi fondasi yang kuat dalam syiar Islam.
Shalat adalah tiangnya agama, tentunya sangat tidak pantas sekali jika mahasiswa perguruan Islam tidak mampu menunjukkan kualitas shalat yang baik. Namun yang terjadi di lapangan akhir-akhir ini justru sebaliknya, sering terlihat, lebih banyak mahasiswa berkumpul/terlihat sedang duduk-duduk santai di warung kopi atau hanya sekedar mengobrol ngaler-ngidul di pinggiran jalan, bila tidak di tempat-tempat duduk yang entah sengaja atau tidak sengaja disediakan, seolah memanggil mereka untuk mampir ketimbang bergegas mengmbil air wudlu untuk melaksanakan shalat berjamaah, dikala mereka mendengar suara adzan berkumandang. Jika diajak untuk shalat, ada saja alasan mereka agar terbebas dari kewajibannya yang satu itu, seolah shalat berjama’ah itu tidak terlalu penting dan tidak berdampak besar bila melaksanakan atau meninggalkannya. Beberapa alasan klasik yang biasa dilontarkan para mahasiswa saat mereka diajak shalat berjama’ah, yaitu ; malas, toilet atau mesjidnya masih penuh, waktu istirahatnya mepet, lapar, nanti ngabisin rokok dulu, sudah “pewe”, celana kotor, nanggung waktu istirahat sedikit, dan sejenisnya yang biasa digunakan para mahasiswa ihwan muslim sebagai alasan.
Berbagai alasan di atas semata-mata menggambarkan kemalasan dan kelalaian. Mereka tidak memprioritaskan agama dan berupaya untuk menjauhi perintah-Nya. Allah berfirman:

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”. (QS. Al-Maa’un : 4-5)
Seorang mahasiswa yang sibuk dengan aktivitas akademiknya pun, seyogyanya mampu mensiasati agar bisa meluangkan waktu untuk memperoleh keutamaan amal seperti shalat berjamaah.
Dari berbagai alasan yang tercantum di atas, dapat diketahui bahwa salah satu faktor mahasiswa enggan melaksanakan shalat berjamaah adalah karena ketidakefektifan dan ketidakefisienan pembelajaran di kampus yang bersangkutan. Sehingga upaya pendisiplinan mahasiswa dalam melaksanakan shalat berjama’ah juga adalah tanggung jawab rektor dan jajarannya untuk merancang kurikulum dan kondisi kampus yang mendukung berbagai aktifitas yang baik, seumpama shalat berjama’ah. Sebagai ilustrasi, bagaimana mungkin para mahasiswa mampu melaksanakan shalat berjamaah pada waktu yang bersamaan, jika sarananya tidak memadai. Sebaik-baiknya koreksi adalah terhadap pekerjaan sendiri, oleh karenanya, senantiasalah mengintrospeksi diri dengan tetap mendengarkan saran dari luar.

Jumat, 24 Desember 2010

Setan Memperindah Keburukan

Nama : Onah Saonah
NIM : 1210201082
pRODI : KI/I/B


Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri. (HR. Ath-Thabrani dan Anas)
Di dalam majalah Tarbawi edisi 195 edisi 22 Januari 2009, Orang-Orang yang mempermanis keangkuhan, dijelaskan beberapa cara dan siasat manusia dalam memperindah keangkuhannya, ditampakkan seolah-olah berupa kebaikan dan madu yang terasa manis, padahal ia adalah keburukan dan racun yang pahit lagi mematikan. Namun beruntungnya, Ahmad Zairofi AM memberikan kita juga langkah-langkah penawarnya.

Setan Musuh yang Nyata
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah: 208)
Terkadang, setan yang membuat keburukan-keburukan jadi tampak indah. Perzinahan jadi tampak nikmat; kekayaan dari hasil jalan kejahatan tampak wah dan bergengsi; kedurhakaan dan penentangan kepada syariat-syariatNya jadi tampak hebat; pelanggaran terhadap perintah-perintahnya jadi tampak biasa dan wajar. Naudzubillah min dzalik.
Al-Quran telah memberikan peringatan ini, agar kita berhati-hati terhadap setan yang menampakkan kebagusan dalam perilaku-perilaku kita yang buruk,
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. An-Nahl: 63)
Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? (QS. Fathir: 8)
Saat burung Hud-hud melapor kepada Nabi Sulaiman as, mengenai keadaan suatu bangsa yang menyembah matahari disamping Allah, diapun menjelaskan mengenai peringatan ini,
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, (QS. An-Naml: 24)
Ucapan- ucapan yang indah tapi semu, janji-janji yang menipu, dan harapan-harapan yang palsu, menjadi bagian dari usaha tipu-muslihat setan agar keburukan menjadi terlihat indah di hadapan kita.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. Al-An'aam: 112)

Berlindung Kepada Allah
Telah dikisahkan dari sebagian ulama salaf, ketika ia bertanya kepada muridnya mengenai apa yang akan ia lakukan jika digoda setan. Sang murid menjawab bahwa ia akan melawannya, demikian terus jawabannya kalau setan datang lagi menganggunya. sang ulama memberikan perumpamaan, kalau kamu melewati sekumpulan domba dan anjing penjaganya mengonggong, apa yang akan kamu lakukan? sang murid menjawab bahwa ia akan berhenti dan coba mengusir anjing tersebut. Akhirnya sang ulama memberitahu jawabannya, bahwa yang perlu ia lakukan, suatu cara yang mudah, hanyalah minta tolong kepada penggembala domba itu, agar memberikan jalan kepadanya.
Demikian pula kita dalam menghadapi godaan setan, mintalah kepada Allah agar diberi kekuatan untuk dapat melihat kebenaran/kebaikan dan minta diberi kekuatan untuk bisa mengikutinya; dan meminta agar diberi kekuatan untuk dapat melihat keburukan/kejelekan dan minta diberi kekuatan untuk dapat menghindari/menjauhinya.
Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Fushshilat: 36)
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." (QS. Al-Mu'minuun: 97-98)
Kami berlindung kepada Allah dari godaan setan yang senantiasa menampakkan kebaikan dalam keburukan amalan-amalan kami (amin).

Sukses Belajar

Nama : Onah Saonah
NIM : 1210201082
Prodi : KI/I/B


Beragam cara orang belajar di rumah, mulai dari membaca sambil mendengarkan musik, menyepi di kamar, mondar-mandir mengitari meja belajar, sampai membaca dengan ditemani kue dan sebagainya. Mana yang paling baik dari semua cara tadi? Tergantung. Tentu saja bergantung pada kebiasaan seseorang belajar. Sebagian orang baru merasakan efektif belajar dengan diiringi musik keras, sebaliknya ada yang menginginkan suasana sepi jauh dari keramaian supaya tidak ada yang menganggu. Sebagian orang merasa efektif kalau belajar sambil telentang di tempat tidur, namun sebagian lagi menginginkan sikap duduk, tegak dan formal.
Sebenarnya memang agak susah kalau kita harus mengubah kebiasaan cara belajar, tetapi secara perlahan-lahan dan pasti, kebiasaan belajar yang kurang baik itu harus ditinggalkan dan harus dihindari. Kebiasaan belajar yang kurang baik, misalnya membaca sambil telentang di tempat tidur, hal itu tidak baik bagi kesehatan menyebabkan mata menjadi pedih, merah dan lain-lain . Belajar sambil mendengarkan musik, biasanya justru yang hafal bukannya pelajaran, melainkan syair- syair lagu nya.
Kalau begitu adakah cara belajar yang baik, dan benar sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan? EYD …, memangnya kalimat!
Tentu saja ada cara belajar yang baik dan efektif, tetapi kita harus rela dan ikhlas meninggalkan cara- cara lama dan segera beralih ke produk ini. Iklan kali….
Cara belajar yang baik dan benar harus dimulai dari beberapa faktor berikut ini.
Ruang Belajar
Ruangan belajar mendapat perhatian utama dalam mempersiapkan diri untuk belajar, karena ruangan yang bersih dan tertata rapi dapat membangkitkan kita untuk lebih berlama-lama berada di dalam ruangan tersebut. Betul tidak?
Pakaian
Pakaian yang dikenakan saat kita belajar menjadi perhatian kedua, oleh karena pakaian bersih dan sopan akan menambah gairah belajar. Percaya atau tidak, ya harus percaya dan harus segera membuktikannya sendiri. Satu kebiasaan jelek ketika kita sedang belajar adalah berpakaian seadanya, mungkin hanya memakai pakaian dalam saja atau pakai baju tidur yang sudah kumal dan harum baunya karena sudah seminggu belum dicuci. Dengan pakaian semacam itu maka gairah belajar akan berkurang. Dengan pakaian tidur, maka sedikit-sedikit konsentrasi belajar akan sirna dan diganti dengan konsentrasi menuju alam mimpi.
Jadi, usahakan saat belajar mengenakan pakaian yang bersih dan sopan agar motivasi belajar muncul ke permukaan dan bisa lebih berkonsentrasi.
Sikap Duduk
Sikap yang baik saat belajar adalah duduk dengan kepala tegak, tidak miring dan tidak tengadah. Hal ini penting karena dengan sikap duduk sepertii ini, konsentrasi belajar akan terpusat pada apa yang sedang dibaca dan positif menurut ilmu kesehatan. Kebiasaan jelek yang selama ini sering dilakukan adalah sikap telentang atau tiduran di atas ranjang.

Taubat sebagai Tangga Pertama Menuju Derajat Taqwa

Nama : Onah Saonah
NIM : 1210201082
Prodi :KI/I/B

Segala puji bagi Allah swt, tuhan semesta alam, Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw, seluruh keluarga, sahabat dan orang-orang yang istiqomah berpegang teguh pada sunnahnya.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (Al-Baqarah : 183).
Ulama seperti Said Hawwa dan Ibnu Qayyim sepakat bahwa pos pertama untuk menuju ketakwaan adalah taubat.
Di buku Madarijus Salihin Ibnu Qayyim mengatakan bahwa taubat merupakan awal persinggahan, pertengahan dan akhir dalam perjalanan menuju Allah. Seorang hamba yang sedang mengadakan perjalanan kepada Allah tidak pernah lepas dari taubat sampai ajal menjemputnya.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin! Aku pun mengatakan: Amin." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya)"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Dengan demikian tepatlah kita mengatakan bahwa bulan Ramadhan sebagai shahrut taubat atau bulan taubat. Taubat dari segala kesalahan-kesalahan kita di masa lalu dan titik dimana kita memulai lembaran baru yang putih bersih.
Ada empat hal yang harus dilakukan bagi seorang jika ingin bertaubat:
1.meninggalkan perbuatan dosa tersebut
2.menyesalinya
3.tidak mengulangi dosanya lagi, dan
4.berbuat kebaikan untuk menghapus keburukan-keburukan dimasa lampau.
Rasulullah saw beliau bersabda: "Bertakwalah kepada Allah dimana saja kau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik (HR Tirmidzi)
Di bulan Ramadhan ini kita bisa belajar banyak mengenai makna keistiqomahan/komitmen dalam berpegang teguh pada kebaikan. Jika pada bulan ini apa-apa yang jelas-jelas dihalalkan oleh Allah saja bisa kita hindari, maka sudah barang tentu di luar bulan ini tentu akan lebih mudah bagi kita untuk menghindari hal-hal yang diharamkan oleh Allah swt.
Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa meraih ampunanNya dengan taubat kita dalam rangka perjalanan kita untuk menuju seorang mukmin yang bertakwa di sisi Allah swt (amin).

Kebudayaan Islam itu Bukan Kebudayaan Arab

Nama : Sari Patmawati
NIM : 1210201097
Prody : Ki/B/1



Perkembangan Islam di nusantara dengan segala keragaman dan budayanya, tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah masuknya Islam di nusantara. Munculnya Nahdhatul Ulama yang lebih akulturatif terhadap kebudayaan dan Muhammadiyah yang puritan juga tidak bisa lepas dari konteks ini. Tentang bagaimana Islam masuk ke nusantara dan perkembangannya, berikut adalah wawancara Fachrurozi dan Deni Agusta dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan dengan Abdul Hadi WM di Univ. Paramadina. Berikut pandangannya tentang Cak Nur.
Secara kultural, Islam Indonesia berbeda dengan Islam yang ada di Timur Tengah, juga dengan Islam yang ada di Afrika Utara dan Eropa, apa karakteristik utamanya yang menyebabkan itu berbeda?
Karena faktor-faktor historis perkembangan Islam Indonesia, di sisi lain adalah masa yang berkembang, kemudian corak Islam yang berkembang yang dibawa ke Indonesia pada permulaannya, di mana Islam hanya sebagai proses informasi. Informasi itu kan melalui media juga bisa, melalui dialog, atau juga bisa melalui intergrasi. Dari situ bisa terjadi proses dengan sendirinya.
Di Indonesia itu pertamanya secara mazhab fiqh, dalam mazhab orang-orang Syafi’i yang berbondong-bondong pada abad ke tiga belas setelah perang Salib menaklukkan Mongol. Kenapa kok mereka yang nongol? Orang-orang Sunni di Baghdad itu biasanya itu selalu berkonflik dengan orang-orang Syiâah atau dengan pengikut Hanafi. Dan ketika terjadi konflik, mereka berkumpul di Yaman. Dan mereka itu selalu mengungsi ke Yaman, dan memang Yaman adalah pelabuhan raja. Di mana mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Afrika dan Timur Tengah.
Sedangkan mazhab Hanafi itu, kalau lari pasti ke Asia Tengah. Sedangkan kalau Syi’ah, tentu saja tadi. Tentu saja kemudian, di antara penganut-penganut itu bukan saja dari Arab Saudi, tetapi orang-orang Arab, Turki, Persia, itu loh ya? Yang membawa kebudayaan Turki, Persia. Untungnya itu kultur tertutupi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertumbuhan Islam di dunia Melayu sudah bercorak intelektua. Itulah yang bisa dicatat dalam dimensi yang sangat kuat. Hal itulah yang sampai ke dunia Melayu.
Nah, di Dunia Melayu kebetulan terjadi kekosongan kultur, setelah hancurnya kerajaan Sriwijaya yang dihancurkan oleh Majapahit. Agama Budha sudah mati, disebarkan agama Hindu, Islam juga berkembang, dalam pertarungannya dan kemudian agama-agama tersebut akhirnya memeluk agama Islam.
Karena agama Islam yang masuk itu melalui masyarakat penduduk luar? Para pedagang-pedagang, dan itu tidak sulit bagi raja-raja Islam di kepulauan Melayu. Maka terintegrasilah kebudayaan Melayu dengan Islam. Sehingga tidak bisa dipisahkan antara Islam dengan Melayu. Seperti tidak bisa memisahkan antara orang India dengan orang Hindu? Seperti orang Thailand dengan orang Budha? Jadi seperti melekat begitu.
Dalam Islam banyak sekali peradaban-peradaban yang masuk. Seperti India, ada Arab Persia, Arab Turki, lalu apa sumbangannya terhadap Islam itu sendiri?
Pola pertama, kalau bicara peradaban Islam dari segi keterpelajarannya, tradisi keintelektualnya, yang meliputi penulisan kitab kuningnya, keagamaan, dan kesusastraan. Kalau anda membaca manuskrip-manuskrip yang ditulis dari abad ke-14 sampai ke-19, di dalam bahasa Melayu terutama 99 lebih itu ditulis dalam bahasa Melayu. Di dalam bahasa-bahasa nusantara lainnya juga seperti itu.
Datangnya Islam lewat Melayu, membuat tradisi intelektual juga berkembang di kalangan-kalangan etnik-etnik yang bukan berbahasa Melayu juga berkembang. Baik itu sastra Bugis, sastra Minangkabau, Madura, dan lain-lain juga berkembang pesat pada saaat itu. Di waktu yang sama, sastra Jawa saja yang berkembang, tidak terpusat pada suatu lokasi.
Pola yang kedua, pola ini lahir di Jawa. Di Jawa, Islam datang dari kalangan bawah, terus menengah, tapi setelah Islam di peluk oleh masyarakat banyak, di pedalaman itu masih meneruskan sistem legitimasi jaman Majapahit. Yang pada saat kekuasaan jaman Majapahit Hindu dengan Islam itu berbeda. Pola Hindu itukan raja mendapat legitimasi dari langit. Sebagai suatu agama, ya sudah semestinya merakyat. Kulturnya juga mempengaruhi, tetapi sebagai gerakan soaial politik, oposan Islam itu dianggap sebagai sumber pembangkangan terhadap kekuasaan.
Di dunia Melayu itu kan kolonial sekali, iya kan? Coba saja kamu tinggal di wilayah Melayu dengan datangnya modernisasi, praktis kok? Konfliknya tidak terlalu berjalan lama, kecuali di Aceh. Di Brunei, di Malaysia, dan kerajaan-kerajaan Melayu. tetapi Islam menjadi gelisah ketika di Aceh dan di Jawa. Karena ini berhadapan dengan kekuasaan feodal dan juga kekuasaan kolonial. Itu benar-benar secara politik.
Jadi radikalisme itu, benar-benar bersentuhan dengan agama, politik, ekonomi
Iya? dia itu sebetulnya, mula-mula politik kan sebetulnya? Tapi kemudian setelah munculnya wacana, dengan munculnya Wahabisme yang menekankan kepada syari’at, kemudian muncullah gerakan-gerakan radikalisme yang mengambil aktualisasi social budaya dan social politik juga social ekonomi. Tapi sebetulnya mereka juga mengaju kepada modernisme. Mereka juga sebenarnya bagian dari modernisme tetapi menentang apa-apa yang tidak berkenan.
Hal demikian terjadi pada masa kerajaan. Dengan berbagai macam sistem dan keyakinan beragama yang memiliki kasta-kasta. Dan Islam tidak mengenal itu. Nilai-nilai egalitarian dalam Islam sangat kental sekali, sehingga Islam mudah masuk dalam wilayah nusantara. Tapi dalam perjalananya gerakan politik Islam jauh dari nilai-nilai keagamaan yang egalitarian.
Egalitarian itu terbendung dengan adanya proses kolonialisasi dan feodalisasi juga dengan kuatnya pengaruh keraton dan kolonial? Kalau gerakan-gerakan seperti egaliter, contohnya Sarekat Islam. Karena orang sarekat ini kebanyakan adalah pedagang. Itu dibayar, penerapannya berdasarkan keilmuan. Kemudian sebagai reaksi perspektif yang ke dua, tentunya dalam bentuk Muhammadiyah, sebagai gerakan modernis yang di dalamnya anti dengan tarekat ini betul-betul egaliter-egaliter modern nasional.
Tapi ini anti kultural, semua kebudayaan yang ada di anggap kosong, intinya dia mengadopsi Barat tentunya. Nah, dia itu menghamparkan pondasinya tetap bulat. Dan pondasinya itu adalah Al-Qur’an. Pengaruh-pengaruh itu diakibatkan datangnya dari pemikiran rasionalisme dari barat sejak Napoleon mengalahkan Mesir. Kenapa di Mesir? Bukan di India? Karena dia bentroknya dengan Inggris, dan pembaharuan itu kan adanya jika bukan di Mesir ya di India.
Yang ketiga, yang mewakili kejawatan.itukan yang mewakili NU? NU ini respon terhadap Wahabi. Sebetulnya, ketika kekhalifahan Utsmaniah hengkang dari Mekkah. NU itu bukanlah sebagai basis ekonmomi. Ini adalah country yang agraris yang feudal, basic-nya itu adalah Jawa Timur. Karena Jawa Timur, setelah runtuhnya Majapahit dan munculnya Mataram itu, hampir tidak ada kerajaan. Lapisan-lapisan Hinduisme itu sudah tebal di Jawa Timur. Jadi Islamnya juga tebal, makanya terjadilah strata yang agak feodalistik.
Kembali ke perkembangan pada abad dunia lain, tadi disebut Persia, India, dan lain-lain. Mungkin ada contoh peradaban lain yang bisa di apresiasi ke dalam kajian Islam yang menunjukkan keindonesiaan?
Tipikal keindonesiaan itu sebetulnya banyak sekali, tapi tidak terlalu luas, jadi mesti hati-hati dalam menyebutkan bahwa misalnya, apa yang di sumbangkan di dunia Melayu itu kan tidak sama dengan di Jawa. Dengan pola kedua adat, di mana yang memeluk Islam, melalui rajanya kemudian diikuti oleh rakyat, ada sedikit semacam pemaksaan, dan segala macamnya, menunjukkan wajah kultur Islam yang berbeda-beda.
Apakah hal itu bisa dikatakan orisinal?
Yang orisinal itu apa sih di dunia ini? Dalam artian, kadang-kadang dalam wacana keislaman selalu mengacu pada orisinalitas? Nilai-nilai keagamaan?
Ya, globalisasi itu, Itu mula-mulanya penyebaran Jawa didukung oleh hasrat duniawi. Tapi hasrat-hasrat penyebaran agama itu kan mengikuti pada jalannya Jadi sangat sulit mengetahui mana yang murni, dan mana yang tidak murni?
Apa yang paling menonjol dari peradaban kebudayaan Islam?
Jika di bandingkan dengan agama Hindu dan Budha, lembaga pendidikan agama Islam egaliter, orang bisa masuk agama Islam tanpa harus jelas kelas-kelas sosialnya. Kenaikan status sosial diukur dari kecerdasan. Sehingga mobilitas sosial itu begitu cepat.keterpelajaran ini, menjadi lumrah. Nah, hal itu wajar sekali jika dalam kepulauan Melayu, di mana Islam berinteraksi, orang yang melek hurup bahasa Arab itu hanya baru kebelakang saja. Sekarang kan ada yang dengan huruf Latin atau Arab Melayu.
Orang yang di Jawa pedalaman yang Islamnya tipis itu, jangankan membaca hurup Arab, atau membaca huruf Latin, membaca huruf Jawa saja belum tentu bisa. Orang-orang di Melayu pesisir itu pasti bisa huruf Arab, Itu kultur. Tetapi ketika ini tidak ditutup atau tidak di ajarkan lagi? Asas generasi muda Islam ini terhadap wacana intelektualnya yang masih ditulis dalam tulisan Arab, akan terputus. Maka akan terjadilah kemiskinan. Jangan salah, alat-alat tadi itu kan percaya ia memperkenalkan rasionalisme pada Islam. Karena ilmu-ilmu yang diajarkan itu kan banyak yang berdasarkan pemahaman Aristoteles. Pada zaman Hindu, karena memang Budha dan Hindu lebih menekankan pada methodologi, sehingga karangan-karangan ilmiah itu jarang dibahas, tetapi lebih ke kitab-kitab yang berisikan cerita fiksi. Dan itu tidak dihukum.
Pada Islam, selain karya-karya, ilmu-ilmu yang sistematik itu juga sedikit. Ilmu penegakkan dan lain-lain, dan ketika generasi awal generasi intelektual Melayu yang tradisional, ketika dia mempelajari tradisi Barat tidak benar-benar betul. Karena modalnya tidak ada dalam Islam, artikulasinya segala macam. Kenapa bahasa Melayu yang bertata bahasa Arab ada singgungannya dengan bahasa Yunani itu lebih mudah ditentukan jadi bahas modern dibandingkan bahasa Jawa, yang tata bahasanya berliku-liku.
Lembaga pendidikan pertama-tama selama jaman Hindu itu untuk kaum pendeta dan satria saja. Jaman Islam tidak naik dan karena kemudian Islam membangun jaringanâ“jaringan, model kekuasaan Islam yang diperkenalkan ke seluruh nusantara itu menyeru, model seruan Islam agar siap tidak tersentralistik. Jadi Islam itu membuat kekuasaan di sini, di sini, dan di sini, tetapi antara satu sama lain saling berhubungan. Jadi terpencar-pencar, yang penting bukan integralisme dan memang tidak menginginkan integralisme. Punya otonomi dan kemandirian sesuai dengan kondisi masing-masing dibuat berdasarkan syari’ah.
Jadi syariâ’ah Islam disesuaikan dengan kondisi-kondisi setempat, sebagaimana dijadikan hukum atau undang-undang. Setelah itu baru pertaliannya, di mana dalam tradisi intelektual, keilmuan. Karena mazhab yang digunakan dan dipelajari adalah imam Syafi’i, teologinya Asy’ary, karena itu undang-undang adatnya itu juga diangkat dari fiqh-fiqh mazhab Syafi’i dan itulah yang mempersatukan. Jadi persatuannya lebih kepada persatuan batin.
Kenapa mazhab Syafi’i lebih dominan dalam konteks Indonesia? Ya karena gelombang yang paling awal mengungsi di Indonesia dan menguasai perdagangan pada saat itu adalah Mazhab Syafi’i, mereka menguasai pelabuhan dari Yaman sampai Guzarat dan memang itu adalah yang paling stategis. Karena apa? Mazhab-mazhab lainnya, Maliki terjauh di Afrika Utara, itu mereka tidak mempunyai aset untuk ke timur. Karena itu, sudah masuk pada kekuasaan mamluk. Ini dikuasai oleh orang-orang Mongol pelayaran di Alam Sutera ini sehingga tidak mungkin melalui jalan darat. Baru pada abad ke-15 orang-orang mazhab Hanafi itu bisa keluar setelah runtuhnya dinasti Timur Lang itu. Jatuhnya Iran (Persia) ke tangan dinasti Syafawi yang Syi’ah.
Dan pada abad ke-16 orang-orang Sunni mazhab Syafiâi banyak yang diusir dari Iran dan mereka yang mendapatkan keuntungan adalah India dan Indonesia, kaum intelektual ini bekerja, karena di sini terdapat kerajaan Aceh, Mongol, nah dari sinilah mereka mengembangkan kultur.
Masuk ke soal sufisme dan kesenian yang menjadi, dalam pikiran kami kalau membaca karya bapak, ternyata sufisme itu lebih mengapreasiasi kesenian, menurut pak Hadi bagaimana?
Tokoh-tokoh sufi pada awalnya memang cenderung pada kesenian dan kesusasteraan, karena dari pendapat-pendapat tadi itu bersifat imajinatif dan pengungkapannya paling mungkin dalam puisi dan fiksi. Dan mereka terbiasa. Kemudian dalam upacara ritual, mereka itu terbiasa menggunakan musik, tarian untuk upacara keagamaan mereka. Nah, dari sini banyak pula ulama-ulama yang mencintai tradisi seni seperti syeikh Saman, kemudian Rumi. Dan masyarakat tidak selamanya bisa dikurung di dalam tempat formal seperti rumah, masjid, karena itu mereka membuat tempat-tempat ziarah untuk melepaskan hirarki jiwanya yang tertekan.
Kenapa lebih dominan sufismenya ketimbang filsafatnya? Tidak, sebetulnya begini, sampai abad ke-18 lebih dahulu Melayu, sebelum munculnya gerakan yang menekankan kepada syariâah terutama ketika munculnya tarekat Al-Kindi, filosofis itu berkembang yang melahirkan tokoh-tokoh yang dekat dengan intervensi dan banyaknya ulama yang terlibat langsung kepada pemerintahan dan cenderung pada syari’ah, maka itu akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan struktural dan perkembangan tarekat-tarekat sufi sehingga lebih meningkatkan syariâat dan mengabaikan aspek-aspek yang filosofis dan artistik ini. Padahal kalau seni merupakan ujung tombak untuk menyiarkan agama di kalangan masyarakat dan filosofis ini dasarnya adanya kalangan peradaban Hindu dan Budha kaum intelektual itu senang filsafat. Nah, ini lah yang dilayani oleh ulama filosofis itu. Nah, ketika ahli fiqh datang mereka tidak senang ketika terjadi tarian, Jawa menjadi Kejawen.
Kalau melihat dan membaca puisi Rumi dan Iqbal sangat dominan dalah hal itu, apa kontribusi mereka dalam khazanah intelektual Islam dan juga termasuk kesenian? Ada tiga kelompok sufi. Pertama ada kelompok yang kita golongkan al-qatalian, yang menekankan pada akhlaq. Kedua, Ibnu Arabian lebih pada pendidikan. Ketiga, seni. Ketiga-tiganya itu memiliki kontribusi dalam perkembangan tradisi itelektual dan kebudayaan Indonesia. Banyak sekali legenda-legenda yang kemudian menjadi sumber inspirasi menciptakan kebudayaan berasal dari terminologi-terminologi yang dibuat oleh Attar dan Rumi ini. Kalau anda ke Melayu itu Buluk Rindu (nyayian seluring Rumi), kemudian simbol-simbol burung (simok) menguasai seni ukir, batik, itu ada di mana-mana.
Apakah itu pengaruh dari metodologi kesenian?
Tidak bisa, karena orang Islam yang datang ke sini sebelum datang, dia sudah terebih dahulu tahu tradisi Hindu, tidak perlu diajarkan di Jawa, cukup diajarkan ke India saja dan kebudayaan Persi itu saudara sepupu dari kebudayaan India, dari situ kita cukup belajar tidak perlu diajarkan lagi dan itulah untuk memandang sejarah.
Dalam peradaban itu, mengutip hiasan dan lukisan Islam, banyak dipengaruhi dari Cina. Karena orang-orang Cina yang dibawa orang-orang Mongol untuk mempengaruhi perkembangan seni pokok Islam dan orang-orang inilah yang membawa ke Indonesia.
Kemudian sebenarnya Islam itu menyatukan kebudayaan-kebudayaan dari berbagai peradaban yang datang ke dunia Islam dan kemudian memberikan kebudayan-kebudayaan tersebut kepada orang-orang yang memeluk Islam. Sehingga kebudayaan Islam itu, bukan budaya orang Arab karena kontribusinya bukan hanya dari orang-orang Arab tapi banyak kebudayaan.
Tapi kenapa dalam proses perjalanannya, ketika berbicara Islam selalu identik dengan Arab?
Semua terjadi kemudian setelah abd ke-18, diawali dengan runtuhnya kekhalifahan Islam dan munculnya negara-negara kolonial dan kemudian dijajah Barat yang kemudian mengakibatkan putusnya hubungan induknya (Persia), ketika terpecah belah terjadilah lokalisasi, ketika terjadi lokalisasi terjadilah kecenderungan legalistik pada tarekat fiqh dengan mengedepankan artistik filosofis dan estetiknya itu. Kedua munculnya gerakan Wahabi yang semakin menghabiskan dengan tahyul-tahyulnya itu, kemudian Arab dihabiskan dan berkuasa pada tahun 1920 kira-kira seperti itu. Ketiga, munculnya modernisme karena bertolak dari semangat pencerahan di Barat terhadap kultur. Kenapa itu terjadi? Karena gerakan pemurnian agama, gerakan modernisme, gerakan kolonialisme.
Sementara itu golongan yang kita dipengaruhi pemikiran posmo, yang relatif nilai pada pendangkalan dan komersialisasi. Jadi kultur itu tidak didapatkan di mana-mana, kecuali di negara-negara yang sejak awal sudah membentengi. Seperti Jepang menerima Barat hanya tekhnologinya, sainsnya, tapi filsafat hidupnya tidak. Dia bisa memoles kolonialisme menjadi idiologi universal yang bisa menerima bentuk-bentuk peradaban sebagaimana Islam pada zaman Abbasyiah.
Islam yang sekarang ini merupakan Islam yang legalistik, Islam yang diterjemahkan secara formal tidak menuntut kemungkinan berkembang.
Bagaimana pendapat bapak mengenai kebebasan beragama?
Di dalam Islam kemajemukan itu sudah dipelihara sejak lama dan itu merupakan warisan dari zaman dahulu. Ada proses itu tidak berjalan pasca perang Salib, ketika orang-orang mongol sudah menaklukkan Bagdad terjadi skisme-skisme dalam Islam, usaha Al-Ghazali untuk mengintegrasikan ilmu-ilmu Islam itu setengahnya berhasil dan setengahnya tidak karena dipotong karena munculnya penaklukkan Mongol tersebut. Kalaupun harus dirumuskan konteks kebudayaan Islam dalam pijakannya pada Bumi Nusantara, kira-kira rumusannya seperti apa?
Islam di Nusantara itu tergantung wilayah. Wilayahnya itu ada rumpun Islam dengan gaya Melayu dan tarian-tariannya itu Minangkabau dan segala macamnya, mempunyai karakter sendiri. ada karakterisktik Islam Jawa yang terbelah dua, Islam Jawa Pesisir dan Islam Jawa yang dekat dengan keraton feodal itu, yang satu mengarah pada mistik dan satu mengarah pada kehidupan duniawi.
Artinya bahwa keberagamaan inheren dalam Islam?
Tentu saja konflik agama itu terjadi sejak zaman Hindu atau pun zaman Islam, tentu sering orang-orang dari mazhab Syiwa dan Brahma itu berkelahi pada zaman Hindu dahulu. Tapi ada sikap-sikap toleran di dalamnya, sebetulnya itu yang tidak diterjemahkan dengan baik sehingga kita kebingungan oleh bangsa kita ini, pemimpin kita.
Dalam konteks nasionalisme di Indonesia–tercermin dalam pidatonya Soekarno dan Hatta–memang ada agama-agama yang diakui dalam hal ini inheren dengan kebhinekaan. Artinya dalam sejarah itu, yang memberikan kontribusi besar dalam pada peradaban Hindu, Budha itu jelas diakui dan kemudian Islam Sunni maupun Syi’ah, kemudian Agama Protestan dan Katolik. Kenapa Khonghucu terpisah, karena agama-agama yang dibawa etnis dan dibawa oleh orang asing ke sini. Dalam konteks kenegaraan mereka tidak mendapatkan jaminan untuk berkembang dalam bentuk financial.
Bagaimana dengan kasus Ahmadiyah?
Ahmadiyah ini, mereka tidak meragukan bahwa Mirza Gulam Ahmad seorang Rasul tetapi pemiikiran-pemikiran orang Ahmadiyah itu bermanfaat bagi dia untuk memahami konsep modern. Jadi sebetulnya menurut saya kalau Ahamadiyah tidak tampil sebagai jemaat yang tampil sebagai pemikir-pemikir gerakan-gerakan, saya kira tidak ada masalah, masalahnya ini menjadi ekslusif. Kasus ini juga yang dialami oleh DDII, Lemkari. Nah, itu sulit dipecahkan secara hukum dan saya bukan ahlinya, bagaimana menempatkan dalam konteks hukum sedangkan kapasitasny bukan dalam konteks ini?
Untuk masalah pembubaran serahkan saja kepada hukum, tetapi ini ada elemen masyarkat yang bisa juga ditunggangi oleh kepentingan lain untuk membuat tujuan tertentu. Jadi menurut saya, pro dan kontra itu saling mengkaitkan diri saat ini untuk tidak membuat konflik horizontal, biarkan saja. Negara berpikir apa saja tapi juga jangan dipanas-panasi supaya menolak usulan ini.
Kalau begitu bagaimana menurut bapak apa yang harus diselesaikan dari problem Islam Indonesia?
Ya mesti diselesaikan, jangan terlalu membawa wacana ke dalam wilayah politik demi kepentingan ekonomi, idiologi, dari situlah sumber konflik. Tapi kalau dibawa pada dialog kultural maka tidak ada masalah. Karena itu, kita terima perbedaan pandangan dan jangan menggunakan wacana kekerasan.
Bagaimana pak Hadi mengenal Cak Nur dalam konteks pemikirannya? Di sisi mana syeikh seiring dengan pemikiran-pemikiran Cak Nur dan di sisi mana merasa berbeda?
Cak Nur tipologi orang yang belajar di pondok kemudian mencari bandingan dari wacana-wacana intelektual Barat yang orientalik. Hal ini untuk mengeritik kondisi umat Islam yang ada di Indonesia dan itu syah-syah saja. Kalau itu terasa menyakitkan memang iya. Masalahnya kita tidak terbiasa dengan wacana ini. Bagaimana ke depan yang ini bisa berjalan dengan baik, peranan lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi, karena lembaga perguruan tinggi tidak ada istilah peradaban Islam diajarkan, sekarang ini tidak ada model seperti itu, yang ada adalah model peradaban dan pendidikan Barat.
Sementara itu kelompok-kelompok pengajian itu terlalu oriented PKS, yang dari ikhwanul Muslimin, yang semuanya itu sebetulnya ahistoris dalam konteks keindonesian. Misalnya Hasan Al-Banna muridnya Abduh kalau dia berkata pada Abduh maka dia berkata dengan Muhamadiyah.
Cak Nur itu melihat Islam di Indonesia, pengetahuannya lebih berat ke Jawa, dan perkembangan zaman dan tidak terhitung yang Melayu itu. Kalau kita lihat segmen masyarakat Islam di Indonesia, kalau gerakan Islam pembaharu ini kebanyakan lebih dari Sumatera, Melayu, dan Jawa Barat. Tapi kalau yang tradisional itu lebih dari Jawa Timur, Jawa tengah dan terminologi ini tidak sama dengan menggunakan pendekatan yang berbeda.
Selama ini dikalangan umat Islam yang berbicara konteks hukum, selalu mengacu pada kekuatan konvensional. Artinya ini akan terus mengalami ketegangan ketika tidak dilihat sebagai sebuah hukum.
Kebudayaan mana lebih dahulu tumbuh dibandingkan negara? Negara lebih awal, kalau kebudayaan dibuang, negara tidak punya asas spiritual. Kebudayaan harus dipertimbangkan juga, jangan berpikir law to law apapun alasannya. Tidak akaa bisa ketemu kalau seperti ini. Dan ini akan terjadi ketersinggungan-ketersinggungan antara ketiga kekuatan, pertama, kekuatan yang modernisme yang berpijak pada rasionalisme, kemudian fundamintalisme keagamaan, Posmo yang bergerak dalam bidang konsumerisme itu akan terus ada di dalam sejarah peradaban Indonesia. Kalau itu tidak ditranformasikan ke dalam bentuk dialog maka itu akan tidak produktif, dan kita tunggu saja konflik itu terjadi. Kaum Posmo itu memanfaatkan reaksi pasar bebas lihat saja film-film ML apakah itu di tunggangi atau apa?
Selajutnya bagaimana bapak melihat MUI sebagai sebuah lembaga yang mempersatukan ulama, selain MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa?
Di dalam Islam itu tidak ada kependetaan, tidak ada gereja dalam pengertian itu. MUI itu hanya menyalurkan apresiasi-apresiasi ormas-ormas Islam yang ada. Nah, kalau membenahi yang harus dibenahi itu adalah ormas Islam ini, dan kepemimpinan tradisi ini. Fungsi ulama di Indonesia itu, agen kebudayaan, dan harus memiliki pemikiran-pemikiran yang cemerlang, untuk mencerdaskan umat, melakukan hal-hal yang dapat membantu kepentingan rakyat agar tidak terjadi kebodohan yang panjang.
Jadi menurut saya kita dalam posisi seperti itu, reflektis saja. Artinya pikiran-pikiran ini kita godok dalam pikiran kita dengan cara dialogis bukan konfrontatif. Kalau konfrontatif, banyak musuh kita ini. Ini masalah orang awam, masalah orang bodoh itu tidak bisa dirubah seketika jiwanya, lain dengan di Amerika dengan budaya tulis. Budaya tulis itu untuk membaca reaksi, misalnya mendapat berita kemudian mereka merenung dulu apa yang akan disampaikan, tidak dengan budaya kita yang lisan, baru saja melontarkan, langsung mendapatkan reaksi-reaksi miris, sebelum melakukan perenungan atas jawaban sudah mendapatkan reaksi.

Pembelajaran Agama Dengan Metode Contextual Teaching and Learning

Nama : Sari patmawati
NIM : 1210201097
Prody : Ki/B/1



Para guru agama sering kali mengeluhkan kurangnya jam pelajaran agama dalam menyelesaikan materi kurikulum yang ditentukan. Yang terjadi kemudian adalah pembelajaran agama berusaha untuk menyuguhkan materi pembelajaran agar tuntas materinya sehingga tampak suguhan kognitif jauh lebih banyak mewarnai KBM agama. Mereka kemudian menginginkan penambahan jam pembelajaran agar lebih leluasa menyampaikan materi.
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa seorang pembelajaran, peserta didik, akan mau dan mampu menyerap materi pelajaran jika mereka dapat menangkap makna dari pelajaran tersebut. Dalam buku Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna karya Elaine B. Jhonson yang diterjemahkan oleh Ibnu Setiawan, disebutkan bahwa CTL adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. CTL adalah suatu sistem pelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademik dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. (2006: 58)
Perlu dipahami oleh para guru agama mengenai filosofi CTL ini dan menerapkannya dalam KBM di kelas agar agama tidak menjadi pelajaran menghafal dan dogmatis tanpa bersentuhan dengan konteks kehidupan siswa dan kebermaknaannya. Dalam pelajaran agama, anak memperoleh pengetahuan bahwa Allah SWT mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk menjadikan kehidupannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Inilah tujuan penciptaan kehadiran manusia di dunia. Apakah tujuan ini dimaknai secara benar oleh siswa? Atau sekadar menghafal ayat bahwa hal itu ditemui dalam Al Quran Surat Adzariyat : 56?.
Para guru agama dalam penerapan CTL diharuskan menghadirkan konteks pembelajaran, bukan sekadar isi pelajaran. Isi pelajaran merupakan sesuatu yang akan diperlajari berupa pengetahuan yang hampir tanpa batas dan semua guru agama mengetahui akan hal ini. Isi agar bermakna harus dipelajari dalam konteks. Adapun konteks dalam pemahaman CTL meliputi :
1. Lingkungan yaitu dunia luar yang dikomunikasikan melalui pancaindera
2. Kejadian-kejadian atau peristiwa yang terjadi di suatu tempat dan waktu
3. Asumsi-asumsi bawah sadar yang diserap selama siswa tumbuh, dari keyakinan yang dipegang kuat siswa yang diperoleh melalui nilai-nilai yang diterimanya
Pembelajaran isi agama agar relevan hendaknya memperhatikan keselarasan konteksnya. Ketika guru menyampaikan materi tentang beriman kepada Allah SWT, guru hendaknya mengajak siswa pada peristiwa kehidupan yang dapat diungkap oleh siswa, kejadian-kejadian yang menimpa manusia yang tidak beriman, dan kesadaran terhadap firman Allah yang ditulis dalam kitab suci-Nya. Jadi, guru tidak secara dogmatis menyampaikan ayat-ayat yang memerintahkan untuk beriman kepada Allah SWT. Adanya kesadaran setiap siswa untuk selalu beriman kepada Allah SWT hendaknya muncul dari siswa melalui serangkaian pengalaman belajarnya di kelas atau di luar kelas. Dengan begitu Insya Allah akan muncul kesadaran bahwa Allah mengawasinya, Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap perbuatannya, dan seterusnya.
Agar guru selalu memelihara KBM-nya dalam genggaman CTL, guru perlu memastikan 8 prinsip CTL hadir dalam setiap KBM-nya, sebagaimana diungkap Elaine (2006: 65-66):
1. membuat ketrkaitan-keterkaitan yang bermakna
2. melakukan pekerjaan yang berarti
3. melakukan pembelajaran yang diatur sendiri
4. bekerja sama
5. berpikir kritis dan kreatif
6. membantu individu untuk tumbuh dan berkembang
7. mencapai standar yang tinggi
8. menggunakan penilaian yang autentik

Jika hal tersebut dilakukan, pembelajaran akan menjadi mengalir dan bermakna. Nilai-nilai agama akan menjadi kebutuhan bukan kewajiban atau pemaksaan.

Keutamaan amal ibadah ditentukan oleh empat hal utama ini:
1. Memperhatikan waktunya.
Misalnya, ibadah yang paling utama di bulan Ramadhan adalah qiyamullail. Berdasarkan sabda Rasulullah Saw:
"Siapa yang mengisi malam bulan Ramadhan dengan keimanan dan ibadah, niscaya baginya diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat." Dan berderma, karena Rasulullah Saw: "beliau paling dermawan saat berada pada bulan Ramadhan". Amal ibadah yang paling utama pada bulan Muharram dan Sya'ban adalah puasa, berdasarkan sabda Rasulullah Saw: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram."
Dan perkataan A'isyah r.a.: "Aku dapati Nabi Saw paling banyak berpuasa pada bulan Sya'ban." Amal ibadah yang paling utama saat mengajarkan orang yang ingin belajar adalah: bersungguh-sungguh untuk mengajarkannya, dan meninggalkan pekerjaan yang lain. Dan ibadah yang paling utama saat wuquf di Arafah adalah: berusaha untuk bermunajat, berdo'a, dan berdzikir, serta tidak berpuasa yang dapat melemahkan tubuh untuk melakukan semua ibadah tadi.
Ibadah yang paling utama pada waktu menjelang subuh adalah: shalat dan istighfar. Berdasarkan firman Allah SWT: "dan yang memohon ampun di waktu sahur." Ali Imran: dan amal ibadah yang paling utama saat berbuka adalah: berdoa. Berdasarkan sabda Rasulullah Saw:
"Tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa saat ia berbuka puasa, ...".
Amal ibadah yang paling utama saat mendengarkan adzan adalah, membalas ucapan adzan tersebut.

2. Memperhatikan Tempat.
Misalnya shalat yang paling utama dilakukan di masjid adalah shalat wajib. Sementara untuk shalat sunnah,yang paling utama adalah jika dillakukan di rumah. Berdasarkan sabda Nabi Saw:
"Shalat yang paling utama bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib."
3. Memperhatikan Jenis Ibadah.
Jenis shalat lebih utama dari jenis membaca Al Qur'an. Jenis membaca Al Qur'an lebih dibandingkan jenis dzikir. Jenis dzikir lebih utama dibandingkan jenis do'a. jenis jihad lebih utama dari jenis ibadah hajji. Bahkan di antara satu jenis ibadah sendiri ada perbedaan keutamaan antara satu macam dengan macam yang lain. Misalnya:
"Puasa (sunnah) yang paling utama adalah puasa nabi Daud, yaitu berpuasa satu hari dan berbuka satu hari". Dan "Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah bagi sanak keluarga yang membenci kita." Dan "Syuhada yang paling utama adalah yang darahnya ditumpahkan musuh, dan kendaraannya dirusak musuh". Dan "Dzikir yang paling utama adalah: la ilaha illah Allah, dan doanya yang paling utama adalah: alhamdulillah." Dan "Jihad yang paling utama adalah membela kebenaran di hadapan penguasa yang lalim."
4. Memperhatikan Situasi dan Kondisi.
Memperhatikan situasi dan kondisi mencakup memperhatikan potensi masing-masing peserta kompetisi dan kelebihan yang mereka miliki. Amal ibadah yang paling utama bagi orang yang dikuasai oleh sikap masa bodoh terhadap siksaan Allah SWT dan yang tertipu oleh dirinya sendiri adalah: dengan merasa takut kepada Allah SWT. Amal ibadah yang paling utama bagi orang yang dikuasai oleh keputus asaan dan patah harapan dari rahmat Allah SWT adalah: menumbuhkan sikap pengharapan kepada-Nya. Amal yang paling utama bagi orang yang junub adalah: mandi besar. Amal yang paling utama bagi orang yang takut impoten adalah: segera menikah. Amal yang paling utama saat kedatangan tamu adalah: melayani dan menemuinya, dibandingkan wirid yang sunnah. Amal ibadah yang paling utama saat membantu orang yang ditimpa kesulitan adalah: memfokuskan diri untuk membantunya dan menolongnya, dan mementingkan hal itu dibandingkan wirid dan khalwatnya. Amal ibadah yang paling utama saat seorang muslim sakit adalah: menjenguknya. Dan amal ibadah yang paling utama saat kematiannya adalah: menyaksikan jenazahnya. Amal ibadah yang paling utama ... dst.

TUGAS ARTIKEL

Nama : Sari patmawati
NIM : 1210201097
Prody : Ki /B/ 1

Ujian Nasional
Ujian Nasional (UN), sejak dari pertama diberlakukan sampai sekarang belum lepas dari kontroversi. Ada pihak yang mendukung terhadap pelaksanaan UN, tapi juga tidak sedikit pihak yang menyayangkan atas diberlakukannya UN dan meghendaki UN sebaiknya ditiadakan. Tetapi walau demikian adanya pemerintah tetap pada keputusan untuk melaksanakan UN sebagai salah satu standar kelulusan.

Walapun demikian adanya, kita sebagai pendidik, orang tua ataupun siswa tidak perlu berpolemik terhadap hal tersebut, toh UN tetap akan dilaksanakan dan kita akan menghadapinya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mempersiapkan matang-matang untuk menghadapinya. Dengan harapan hasil yang akan kita capai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan baik itu orang tua, sekolah, ataupun siswa itu sendiri:

Bagi Siswa, usaha yang bisa dilakukan agar berhasil dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) adalah:
1.Selalu berdo’a dan memohon dido’akan. Karena ini adalah kewajiban kita untuk selalu memohon kepada Tuhan untuk segala keberhasilan dan kebaikan kita.
2.Biasakan shalat 5 waktu berjama’ah, shalat tahajud, shalat dhuha, serta amalan-amalan lainnya bagi muslim. Bagi yang non muslim sesuai dengan keyakinan dan ajarannya masing-masing.
3.Mohon doa restu dari orang tua.
4.Hadapilah ujian dengan tenang.
5.Bersikaplah proaktif.
6.Perbanyaklah baca dan latihan soal.
7.Belajar kelompok.
8.Menyusun rencana-rencana belajar mingguan, harian dan jam untuk rencana sesi belajar yang akan dilakukan.
9.Mengurangi waktu bermain dan memperbanyak waktu belajar.

Bagi Orang Tua, yang bisa dilakukan oleh orang tua:
1.Selalu berdo’a. Karena ini adalah kewajiban kita untuk selalu memohon kepada Tuhan untuk segala keberhasilan dan kebaikan kita.
2.Membiasakan shalat 5 waktu, shalat tahajud, shalat duha, puasa sunnah, serta amalan-amalan lainnya bagi muslim. Bagi yang non muslim sesuai dengan keyakinan dan ajarannya masing-masing.
3.Membuat kondisi belajar di rumah yang menyenangkan.
4.Kurangi beban/tugas anak, beri kesempatan belajar yang lebih banyak.
5.Kurangi waktu bermain anak yang kurang bermanfaat, seperti: main Play station, ber-Facebook-ria, keluar rumah dengan motor.
6.Berikan motivasi dan semangat belajar kepada anak.
7.Jangan selalu dimarahi. Perlakukan anak sebagai orang dewasa, ajak diskusi.
8.Beri waktu istirahat yang cukup.
9.Kendalikan dari kegiatan di luar sekolah.

Bagi Sekolah, yang bisa dilakukan oleh sekolah:
1.Melaksanakan ujian try out.
2.Melaksanakan Les.
3.Pemadatan jam pembelajaran materi UN.
4.Konseling siswa denagn konselor dan guru BK.
5.Bimbingan Emotional Spiritual Qustion (ESQ).
6.Pembiasaan shalat dhuha dan jama’ah dhuhur di sekolah.

meningkatkan prilaku baik melalui pendisiplinan pengamalan sholat berjamaah

Nama : Umi Latifah
Nim : 1210201107
Kelas : Ki-B (Smt 1)


Kita ketahui Sholat tepat pada waktunya mampu dapat membangun prestasi ibadah kita. Dalam sabda Rasulullah saw, “Amalan yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah sholat. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, sebaliknya jika sholatnya jelek, maka jeleklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani).
Maka, jika sholat seseorang itu baik, ia akan beruntung dan selamat, akan tetapi jika sholatnya kurang maka ia akan merugi.Orang yang mengerjakan sholat tepat pada waktunya tidak hanya beruntung dan selamat di hari akhir, tapi juga berpengaruh pada kehidupannya di dunia. Dengan sholat tepat waktu, ia akan menjadi terbiasa tepat waktu dan disiplin pula dalam seluruh kegiatannya yang lain. Seperti yang kita tahu, bahwa disiplin adalah salah satu kunci meraih kesuksesan. Inilah yang disebut dengan prestasi yang diperoleh manusia di dunia.
Sudah jelas bahwa shaf yang lurus dan rapat dalam sholat berjamaah akan menyempurnakan sholat. Namun sayangnya masih banyak dari kita yang memiliki kesadaran akan hal ini. Meskipun sholat berjamaah, namun terkadang kita masih saja memiliki sifat egois sehingga hanya memikirkan diri sendiri dan tidak bisa berbaur dengan jamaah lainnya.
Pernahkah terjadi dalam kehidupan rekan-rekan sekalian, bersama-sama merapatkan barisan, merapatkan posisi untuk suatu hal yang kita inginkan. Misalnya saja ketika kita sedang menjalani ujian semester. Bangku-bangku disejajarkan supaya lurus dan rapi. Tak jarang pula diantara kita yang berusaha untuk mendekatkan kursi dengan teman di sebelah kita, agar kita bisa bekerja sama dengannya dan dengan harapan prestasi nilai dapat diraih dengan cara seperti itu. Belum lagi apabila jumlah mahasiswa di kelas cukup banyak, maka yang terjadi adalah kursi kita cukup berdekatan dengan teman kita itu. Dapatkah kita bayangkan apabila usaha merapatkan diri tersebut terjadi pula saat kita sedang sholat berjamaah? Sungguh Allah swt akan lebih mencintai umat-Nya.
Tidak hanya shaf nya saja yang di perhatikan dalam sholat berjamaah tetapi sangat penting kita memperhatikan kekhusyukan dalam sholat kita, menyerahkan dan memusatkan pikiran hanya kepada Allah swt. Pernahkah terbayangkanoleh kita, sholat yang kita lakukan selama ini ditolak oleh Allah swt lantaran kita tidak mengerjakannya dengan khusyuk. Rasulullah saw pernah bersabda:” Berapa banyak orang yang sholat namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah?”
perlu kita ketahui khusyuk sama dengan memusatkan pikiran dan hati kita terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Begitupun sholat yang dilakukan dengan khusyuk, seolah-olah kita dapat melihat Allah swt di depan kita. Apabila hal ini dilakukan dengan baik, maka insya Allah akan berdampak pada kegiatan atau pekerjaan lainnya, kita melakukan pekerjaan itu dengan serius dan tidak main-main. Dengan begitu, akan timbul pula etos kerja yang professional dan penuh tanggung jawab, bukan sekedar ingin dilihat oleh pimpinan kita. Tetapi demi meningkatkan prestasi kerja kita serta beribadah kepada Allah swt. Pekerjaan kita akan memberikan efek kepuasan yang luar biasa terhadap jiwa karena kita selalu bergantung pada Allah swt yang telah memberikan rezeki.
Jadi, jika kita ingin menjadi mahasiswa yang memiliki akhlak yang baik, menjaga tingkah laku, maka kita tidak boleh meninggalkan sholat dan mengerjakan sholat tepat waktu apalagi berjamaah dan dalam sholatnya kita menjaga kekhusyuan nya agar fikiran hati kita trpusat kepada Allah Swt, penting sekali kita menjaga sholat kita, karena jika sholat kita baik maka amalan-amalan yang lainnya pun akan baik seperti prestasi dalam akademik kita.

Kamis, 23 Desember 2010

MENGAPA DOA KITA TAK TERJAWAB (tidak dikabulkan)

NAMA : MUHAMMAD ABDUL ROJAK
NIM : 1210201069
JURUSAN : KEPENDIDIKAN ISLAM

MENGAPA DOA KITA TAK TERJAWAB(tidak dikabulkan)
Diantara nama Allah adalah Almannan, yang artinya suka member, member karunia, dan memberi anugrah. Dan Allah sangat suka jika diminta. Bahkan ia begitu murka kepada orang-orang yang tak mau meminta kepada-Nya. Sebab orang yang tak mau meminta-Nya, sama halnya ia telah congkak, sombong, dan seolah-olah tak membutuhkan-Nya.
Allah Swt berfirman dalam Qs Almukmin ayat 60 yang artinya ; "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
Allah telah berjanji akan mengabulkan do’a orang –orang yang meminta kepada-Nya ; Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala Perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS. Albaqarah;186).
Karena sedemikian cinta-Nya Allah kepada hamba-hamba-Nya, Ia memerintahkan agar mereka meminta. Allah memberi hamba-Nya dengan tidak mengharapkan pembalasan mereka. Allah member bukan karena memerlukan mereka. Namun Ia memberi agar mereka semakin mencintai-Nya, mengagungkan-Nya, dan menghambakan kepada-Nya. Mari kita ketahui bahwa diantara factor terkabulnya do’a seorang hamba adalah membiasakan diri menyatap makanan yang halal.
Dikisahkan, Bahwasannya nabiyullah Musa pernah melewati seseorang yang sedang berdiri dan tengah berdo’a serta merendahkan diri sangat lama sementara Musa a,s. terus menerus melihatnya. Maka kemudian berkatalah Musa a,s; “Wahai Tuhan, mengapa Engkau tak kunjung-kunjung memenuhi permintaan seorang hamba-Mu ini?
Seketika itu Allah swt mewahyukan kepada Musa; “Hai Musa, sekiranya ia menangis hingga binasa dirinya dan mengangkat tanganya tinggi-tinggi hingga sampai pada kaki-kaki langit, niscaya permohonan do’anya tidak akan dikabulkan !
Musa a,s bertanya ; kenapa hal itu bisa terjadi ? terdapat santapan-santapan haram, diatas punggungnya terdapat barang-barang haram dan rumahnya terdapat barang-barang haram. Rasulullah saw bercerita ; “Ada seorang laki-laki yang mengadakan perjalanan sekian lama, hingga rambutnya kusut masai dan berdebu, sedangkan ia menengadahkan kedua tanganya ke langit seraya memohon “ Wahai Tuhan,Wahai Tuhan” sementara makanan yang disantapnya adalah dari harta yang haram dan meminumnya adalah dari harta yang haram, dan pakaian yang dikenakannya juga berasal dari harta yang haram, dan menyantap makanan haram, maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan?(HR.Muslim)
Ibrahim bin Adam pernah melewati pasar Bashrah, kemudian ia dikerumuni orang lalu mereka bertanya kepadanya ; “Hai Abu Ishaq, kenapa kita berdo’a namun taj kunjung juga dikabulkan Allah ?
Ibrahim bin Adam menjawab ; Penyebab itu adalah sebab hati kalian telah mati karena sepuluh perkara, yaitu ;
1. Kalian mengetahui hak Allah swt namun enggan menunaikan hak-Nya.
2. Kalian menyatakan cinta kepada Rasulullah saw namun kalian tinggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca Alqur’an, namun tidak juga mengamalkannya.
4. Kalian menyantap makanan dari nikmat Allah namun kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian mengatakan setan adalah musuh kalian, namun kalian justru ikut ajakannya.
6. Kalian mengatakan jika surga itu pasti ada, namun kalian tidak mempersiapkan amal untuk mendapatkannya.
7. Kalian mengatakan jika neraka adalah sebuah kepastian, namun kalian tidak melarikan diri darinya.
8. Kalian mengatakan jika kematian itu adalah suatu kepastian, namun kalian tidak mempersiapkannya.
9. Jika kalian bangun tidur, kalian malah sibuk mengurus aib orang lain sementara kalian melupakan aib kalian sendiri.
10. Kalian sering memakamkan orang mati,namun kalian tidak mengambil pelajaran dari padanya.

Mari kita renungi ucapan Ibrahim bin Adam ini. Kita koreksi kelakuan-kelakuan diri kita sendiri. Kita teliti mengapa do’a kita terkadang tak kunjung dikabulkan. Marilah kita bertanya; Sudahkah nasehat Ibrahim bin Adam ini kita tunaikan dengan baik ? Sudahkah pesannya kita praktekkan dalam kehidupan seharian kita.

Jum’at,24 Desember 2010. 11:00

Rabu, 22 Desember 2010

sampah dimana-mana

Nama : umi latifah
Nim : 1210201107
Kelas : ki-B

Kita ketahui dimana-mana banyak sampah, sampah yang mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat, tidak bersih, dan juga tidak nyaman di pandang. Banyak masyarakat yang dengan sadar nya membuang sampah sembarangan tanpa mereka memikirkan akibat dari perbuatan mereka. Akibatnya sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air yang ada di selokan-selokan dan di sungai-sungai.
Pemerintah pun belum dapat menanggulangi dan belum bisa berbuat apa-apa terhadap masalah sampah ini, buktinya hampir setiap tahun didaerah bandung terkena banjir, tapi pemerintah belum melakukan apa-apa hingga saat ini. kita perhatikan pula di daerah jakarta di bawah kolong jembatan banyak sekali penumpukan sampah, dan juga banyak masyarakat yang tinggal di sana yang kesehariannya berhadapan dengan banyak sampah. Dan pemerintah pun belum bisa berbuat apa-apa.
Tapi tidak semua masyarakat seperti itu adapila diantara mereka yang memanfaatkan sempah sebagai bahan mata pencaharian dan adapula yang mengolah sampah menjadi sesuatu yang unik, hasil dari kekreatifan mereka sehingga dapat menghasilkan uang, seperti plastik-plastik bekas yang di sulap menjadi tas, dompet, dan hiasan-hiasan lainnya.
Saya mengajak rekan-rekan semua, mari, kita membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga lingkungan di sekitar kita dari pencemaran sampah, kalau bukan kita sendiri yang sadar siapa lagi, karna dimulai dari kita lah jika kita semua ingin melihat lingkungan yang sehat.





Sabtu, 18 Desember 2010

Sukses Bukan Pilihan


Nama : Nurhadi Anshori
Kelas : KI-B
NIM : 121 020 1077
Sukses Bukan Pilihan

Bagi banyak orang kegagalan adalah sebuah musibah. Apa benar seperti itu? Untuk orang-orang yang berpikir picik mungkin benar, tapi bagi orang yang selalu berpikir positif tidak seperti itu. Orang yang berpikir positif akan selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada.
Setiap manusia di dunia ini pasti ingin sukses. Kenapa mereka ingin sukses? Sukses itu sulit, akan tetapi lebih sulit lagi jika kita tidak sukses. Oleh karena itu, kita tidak punya pilihan lain selain sukses. Sukses bukanlah pilihan, tapi sukses adalah tuntutan. Semua orang berhak sukses dan harus sukses. Tidak ada orang gagal di dunia ini, yang ada hanyalah orang yang berhenti sebelum sukses. Thomas Alfa Edison, seorang penemu bola lampu. Dia telah beratus-ratus kali melakukan percobaan hingga akhirnya dia berhasil pada percobaan yang ke-1000. Coba kita bayangkan seandainya Thomas berhenti pada percobaannya yang ke-500 atau berhenti pada percobaannya yang ke-999, niscaya bola lampu itu mungkin tidak akan ditemukan sampai sekarang, kalaupun bola lampu itu ditemukan maka bukan Thomas yang menemukannya dan Thomas akan menyesal pada akhirnya.
Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana cara menutupi kekurangan kita dengan kelebihan kita. Semuanya punya potensi untuk menggapai kesuksesan, tergantung bagaimana cara kita mengembangkan potensi yang ada. Sukses tidak selalu harus berupa materil, tapi bisa berupa hal lain. Sukses itu mempunyai batasan dan kita yang harus membatasinya. Saat orang yang miskin bercita-cita menjadi orang kaya kemudian ia berhasil menjadi kaya, maka ia dapat dikatakan sukses. Namun, orang miskin yang tidak bercita-cita menjadi kaya kemudian ia menjadi kaya, maka ia tidak dapat dikatakan sukses.
Untuk menuju sukses harus banyak aksi, jangan NATO alias No Action Talk Only. Dan dalam melakukan sebuah aksi dibutuhkan keberanian, kesabaran dan keikhlasan.
1.      Keberanian dibutuhkan untuk memulai aksi, setelah memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin akan dialami rasa takut biasanya datang menghampiri, sehingga banyak orang tidak jadi melakukan hal yang sudah direncanakan sebelumnya. Oleh sebab itu kita butuh keberania untuk memulai aksi kita.
2.      Kesabaran diperlukan dalam menjalani proses yang panjang. Kerap kali orang ingin sukses dalam waktu instan, padahal untuk sukses itu membutuhkan proses yang panjang, butuh usaha yang keras. Kebanyakan orang tidak sabar dalam menjalani proses tersebut sehingga banyak yang mundur di tengah jalan. Dan disanalah bukti dibutuhkannya kesabaran.
3.      Keikhlasan dibutuhkan untuk menerima hasil akhir dari semua proses yang kita jalani. Hasil akhir dari suatu proses tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh sebab itu, keikhlaskan sangat dibutuhkan untuk mengobati hati yang tidak puas dengan hasil akhir yang dicapai sehingga orang itu tidak terus-terusan terpuruk memikirkan hasil akhir yang kurang memuaskan dan cepat bangkit kembali untuk memperbaiki semua kekurangannya.