Senin, 18 Oktober 2010

TINGGALKAN BANGKAI ITU


Nama: Nuriman
Nim: 1210201079
kelas: ki/b 1

Satu masalah wahai saudara-saudaraku andaikan kita timbang dunia ini Subhanallah akan kita dapati betapa remehnya, betapa sedikitnya dan betapa tiada berartinya. Tiadalah dunia itu melainkan seperti bangkai yang terselubung dengan manik permata, gerombolan anjing menyelek disekitarnya dan semuanya bermaksud menariknya, jika engkau menjauhinya maka selamatlah engkau dari pertanyaan pemiliknya dan jika engkau menariknya maka engkau akan bersaing dengan anjing-njing itu untuk memperebutkannya.
Oleh karenanya biarkan anjing-anjing itu bertengkar memperebutkanya, saya akan memberikan perumpamaan dunia disisi Rabb kita kepada kalian dan bagi Allah lah permisalan yang tinggi. Jika kamu makan daging maka yang tersisa adalah tulangnya, tulang itu kamu lemparkan keluar pintu rumah lalu tulang-tulang itu menjadi rebutan anjing. Adapun yang mendapatkan tulang besar katakanlah dia menjadi kepala daerah  atau mentri dan perdana mentri, dan yang mendapat tulang kecil katakanlah menjadi tukang sapu atau juru tulis dlam perusahaan atau orang miskin. Lelah bekerja dari pagi hingga petang untuk mendapatkan maknan tulang yang di dapatnya kecil tidak cukup untuk menutup keperluannya. Demikianlah permisalan dunia di sisi Allah dan Allah mempunyai permisalan yang maha tinggi, Allah melemparkan tulang-tulang itu (dunia) kepada kawanan anjing, ada anjing yang mendapat bagian tulang besar dan ada anjing yang mendapat bagian kecil.
Andaikan dunia ini sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah niscaya dia tidak akan memberikan kepada orang kafir seteguk airpun dari padanya.
Suatu ketika umar bin khattab berkunjung ke rumaah Rasulullah SAW, saat itu beliau sedang bertelekan di atas tikar anyaman , ketika bangun Umar melihat tikar anyaman itu membekas di pinggangnya, maka menangislah Umar, dia berkata “wahai Rasulullah engkau seperti ini keadaanmu sementara kaisar dan kisra berbaring di atas ranjang yang empuk.” Beliau berkata kepada umar “apakah ada sesuatu yang membutmu ragu atasku wahai Umar? Ketahuilah mereka adalah orang-orang yang di segerakan kenikmatan mereka di dalam kehidupan dunia.
Sebagaimana firman Allah:”dan ingatlah hari ketika orang-orang kafir di hadapkan ke neraka kepada mereka dikatakan ‘kamu telah menghabiskan kenikmatanmu dalam kehidupanmu di dunia dan kau telah bersenang senang denganya maka pada hari ini kamu di balas dengan adzab yang menghinakan , karena kamu telah menyombongkan diri dimuka bumi tanpa alasan yang benar dan karena perbuatan pasik yang pernah kamu lakukan. (QS AL-AHQAAF:20)
Jadi apa sekarang yang membedakan antara orang Afghan termiskin dan orang Amerika terkaya di Florida? Perbedaanya hanyalah yang satu bisa makan daging dengan geretan yang bersar dan yang lain hanya bisa makan daging dengan geretan yang kecil. Yang ini bisa tidur dengan tenang dan yang itu senantiasa gelisah, tertekan dan bergoncang jiwanya.
Pokok permasalahanya ialah bahwa dunia yang kini kita tinggalkan tidak bernilai sama sekali di sisi Allah walau sebesar sayap nyamuk, dan menurut sabda nabi Saw tidak sebanding dengan bangkai anak kambing.  


1 komentar:

  1. subhanallah, pesan yang sangat mendalam, mengingatkan dan menyadarkan kepada kita semua untuk tidak terlena dengan kenikmatan dunia yang hanya sementara ini, namun demikian, tidak menyurutkan semangat kita untuk berupaya meraih kenikmatan dunia, wa minhum man yaqulu rabbana atina fi al dunya hasanah wa ma lahum fil akhirati ma khalaq, wa minhum man yaqulu rabbana atina fi aldunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzab al nar. kenikmatan dunia boleh diraih tapi untuk kepentingan akhirat. harta yang sudah kita peroleh untuk kepentingan akhirat. rumah dan kendaraan bukan untuk kebanggan, tapi untuk membawa orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

    BalasHapus